NEWSTICKER
Anggota tim advokasi Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa. MI/Rommy Pujianto
Anggota tim advokasi Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa. MI/Rommy Pujianto

Kubu Novel Berharap Persidangan Ditunda Selama Korona

Nasional novel baswedan
Fachri Audhia Hafiez • 19 Maret 2020 11:42
Jakarta: Kubu penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berharap sidang kasus penyerangan ditunda. Mereka mempertimbangkan tingginya penyebaran wabah virus korona (covid-19).
 
"Mahkamah Agung (MA) seharusnya menunda seluruh sidang," kata anggota Tim Advokasi Novel, Alghiffari Aqsa, di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2020.
 
Alghiffari mengaku tidak ada persiapan khusus menghadapi sidang perdana yang akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara hari ini. Novel dipastikan tak menghadiri sidang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Novel tidak hadir dan tim juga membatasi diri untuk hadir di persidangan," ujar Alghiffari.
 
Alghiffari menyebut dakwaan jaksa mampu mengungkap motif dan aktor di belakang pelaku penyerangan terhadap kliennya. Hingga saat ini, baru dua orang diduga eksekutor penyerangan yang ditangkap, yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette.
 
Baca:Novel Tak Akan Menghadiri Sidang Perdana
 
Jaksa juga diharapkan menghadirkan bukti kuat di persidangan. Alghiffari menyebut sanksi atas pasal yang menjerat kedua terdakwa cukup berat.
 
"Hakim dapat memutus dengan objektif dan melihat kasus ini tidak sekadar penganiayaan, tapi juga serangan terhadap KPK dan pemberantasan korupsi," ujar Alghiffari.
 
Persidangan kasus ini rencananya dimulai pukul 13.00 WIB. Kedua pelaku akan dituntut secara terpisah melalui perkara Nomor 371/Pid.B/2020/PN Jkt.Utr dan 371/Pid.B/2020/PN Jkt.Utr.
 
Novel disiram air keras sepulang dari Masjid Al-Ihsan Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017. Novel menjalani operasi mata di Singapura sejak 12 April 2017.
 
Tim teknis yang mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel menangkap Ronny dan Rahmat di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis, 26 Desember 2019. Keduanya merupakan polisi aktif dari kesatuan Brimob. Ronny dan Rahmat dijerat Pasal 170 subsider 351 Ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan dan Pengeroyokan dengan ancaman lima tahun penjara.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif