Terdakwa penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Terdakwa penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Jaksa Bakal Hadirkan 25 Saksi di Kasus Ratna Sarumpaet

Nasional Kabar Ratna Dianiaya
Fachri Audhia Hafiez • 19 Maret 2019 12:44
Jakarta: Jaksa Penuntut Umum (JPU) bakal menghadirkan puluhan saksi dalam sidang kasus berita bohong dengan terdakwa Ratna Sarumpaet. Sejumlah saksi ahli turut dihadirkan.
 
"Diperkirakan saksi ada 25 yang akan diajukan. Saksi mulai dari ahli-ahli sampai dengan barang bukti," kata JPU Daru Tri Sadono di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 19 Maret 2019.
 
Jaksa Daru belum mau membeberkan nama-nama saksi yang bakal dihadirkan di muka persidangan. Pihaknya akan lebih dahulu berkoordinasi dengan tim jaksa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Intinya saksi yang akan diajukan sesuai dengan unsur-unsur atau sesuai dengan pasal yang didakwakan," ujar Jaksa Daru.
 
Menanggapi eksepsi atau nota keberatan Ratna yang ditolak Majelis Hakim PN Jakarta Selatan, Jaksa Daru, mengaku puas. Putusan majelis hakim sesuai dengan harapan jaksa.
 
"Mengenai putusan yang diberikan oleh hakim terhadap kami berarti sejalan dengan yang disampaikan dengan surat dakwaan. Bahwa dakwaan yang disusun sudah jelas, lengkap, cermat," ucap Jaksa Daru.
 
Kuasa Hukum Ratna, Insank Nasruddin mengatakan bakal menghadirkan sejumlah saksi meringankan untuk kliennya. Salah satunya politikus PKS Fahri Hamzah.
 
Kendati demikian, kuasa hukum akan mempelajari bukti dan fakta persidangan terlebih dahulu. Selain itu pihaknya akan mempelajari saksi yang dihadirkan JPU.
 
(Baca juga:Ratna Sarumpaet Pasrah)
 
Insank menambahkan, tak menutup kemungkinan pihaknya bakal menghadirkan sejumlah politikus. Namun dia enggan membeberkan nama-nama saksi dari politikus tersebut.
 
"Pembuktian saksi jaksa saja kan belum. Nanti adapula dari ahli pidana, ahli ITE dan bahasa," ucap Insank.
 
Majelis Hakim PN Jakarta Selatan menyatakan menolak eksepsi atau nota keberatan Ratna. Majelis hakim menilai, surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) telah menguraikan perbuatan Ratna, waktu dan tempat secara lengkap. Dengan demikian, dakwaan telah dinyatakan secara cermat dan jelas, sehingga harus dilakukan pemeriksaan dalam pokok perkara.
 
Majelis hakim menjadwalkan sidang lanjutan Ratna pada 26 Maret 2019. JPU diminta menghadirkan sejumlah saksi dan bukti-bukti di muka persidangan.
 
Kasus hoaks Ratna bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tak di kenal di Bandung, Jawa Barat.
 
Ratna kemudian mengakui kabar itu tak benar. Mukanya lebam karena menjalani operasi plastik.
 
Ratna ditahan setelah ditangkap di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis malam, 4 Oktober 2018. Saat itu, Ratna hendak terbang ke Chile.
 
Akibat perbuatannya, Ratna dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 
(Baca juga:Atiqah Hasiholan Kecewa Eksepsi Ratna Sarumpaet Ditolak)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif