Terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Ferdy Sambo ke Bharada E: Brigadir J Harus Dikasih Mati

Fachri Audhia Hafiez • 30 November 2022 13:34
Jakarta: Terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E mengungkap pernyataan bosnya eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo sebelum menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Ferdy Sambo disebut Brigadir J harus dikasih mati.
 
Awalnya, Ferdy Sambo sempat bertanya kepada Bharada E soal kejadian di rumahnya di Magelang, Jawa Tengah. Bharada E mengaku tidak tahu dan Ferdy Sambo mengeklaim bahwa Brigadir J telah melecehkan istrinya, Putri Candrawathi.
 
"Pak FS (Ferdy Sambo) ini bilang ke saya, 'kamu tahu nggak, ada kejadian apa di rumah saya? Saya bilang siap saya tidak tahu bapak. Tidak lama kemudian ibu PC (Putri Candrawathi) datang dan duduk di samping Pak FS di sofa panjang. Baru dia bilang, nangis Yang Mulia, 'Yosua sudah melecehkan ibu'," ujar Bharada E saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu, 30 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ferdy Sambo disebut murka kala itu. Dia juga mengatakan bahwa Brigadir J layak dieksekusi.
 
"'Kurang ajar ini, dia sudah tidak menghargai saya. Dia menghina martabat saya'. Dia (FS) bicara sambil emosi, mukanya merah. Jadi setiap abis bicara, dia ada sisi diam untuk nangis. Baru dia ngomong, memang harus dikasih mati anak ini," ujar Bharada E.

Baca: Cerita Bharada E Lihat Perempuan Menangis Keluar dari Rumah Sambo di Jalan Bangka


Bharada E mengaku kaget dengan pernyataan itu. Lalu, Ferdy Sambo meminta kesediaan Bharada E untuk menembak Brigadir J. Bharada E bakal dibela usai menembak Brigadir J.
 
"Dia bilang 'Nanti kau yang tembak Yosua ya, karena kamu yang tembak Yosua, saya yang akan bela kamu. Kalau saya yang tembak, tidak ada yang bela kita'," ucap Bharada E.
 
Bharada E dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf. Mereka bertiga didakwa bersama-sama melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Ketiganya didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.
 
Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Mereka juga berstatus terdakwa dalam perkara ini.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif