Ferdy Sambo disidang di PN Jaksel. Foto: MI/Susanto
Ferdy Sambo disidang di PN Jaksel. Foto: MI/Susanto

Kubu Irfan Widyanto Klaim Korban Kebohongan Ferdy Sambo

Fachri Audhia Hafiez • 24 November 2022 21:06
Jakarta: Terdakwa Irfan Widyanto berharap majelis hakim bisa melihat kliennya sebagai korban kebohongan yang dilakukan Ferdy Sambo. Irfan merupakan terdakwa kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
 
"Dari awal sidang saksi semua meringankan, membantu, dan menjelaskan yang sebenarnya bahwa fakta seperti ini (korban kebohongan), mudah-mudahan majelis hakim juga melihat, ternyata klien kami ini juga bisa sebetulnya adalah korban," kata pengacara Irfan Widyanto, Henry Yosodiningrat, ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis, 24 November 2022.
 
Henry menilai saksi-saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) meringankan kliennya. Saksi yang dimaksud yakni Ketua RT 05 RW 01 Kompleks Polri, Seno Sukarto, dan asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Diryanto alias Kodir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat persidangan, kedua saksi tersebut mengaku tidak kenal dan tak pernah bertemu dengan Irfan. Sementara, Kodir menyebut CCTV yang dipasang di kawasan Kompleks Polri dibeli oleh Ferdy Sambo.
 
Pada persidangan, Kodir menyebut CCTV itu dipasang pada 2017. Dia juga menegaskan bahwa pembelian CCTV itu dibeli Ferdy Sambo dan bukan hasil patungan dengan warga sekitar.
 
"Klien kami hanya menjalankan perintah atasan saat mengganti DVR CCTV yang menjadi bukti kasus pembunuhan Brigadir J," jelas Henry.
 
Henry juga menyebut adanya tekanan psikis hierarki dari perintah Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam Polri. Terlebih Irfan yang berpangkat AKP dinilai takut bila menolak perintah.
 
"Maka yang dipahami oleh orang reserse (Irfan) adalah 'ambil dan serahkan pada penyidik'. Apapun perintahnya dimaknai seperti itu dan dilaksanakan oleh terdakwa Irfan itu tidak salah dan sangat benar," ujar Henry.
 
Pada surat dakwaan disebutkan bahwa Irfan berperan dalam pergantian DVR CCTV. Dia melakukan karena disuruh oleh AKBP Ari Cahya Nugraha alias Acay selaku atasannya langsung. Pergantian DVR CCTV atas perintah eks Karo Paminal Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan.
 

Baca juga: Saksi: Aksi Salin Rekaman CCTV oleh Baiquni Bukan Demi Hukum


 
Irfan Widyanto didakwa terlibat kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
 
Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria Adi Purnama, Arif Rachman Arifin, Baiquni Wibowo, dan Chuck Putranto serta Ferdy Sambo. Mereka juga berstatus terdakwa dalam perkara ini.
 
Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif