Aktris Ramadhania Ardiansyah Bakrie alias Nia Ramadhani dan suaminya Anindra Ardiansyah Bakrie alias Ardi Bakrie dan sopirnya Zen Vivanto menjalani sidang persidangan terkait kasus narkoba. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Aktris Ramadhania Ardiansyah Bakrie alias Nia Ramadhani dan suaminya Anindra Ardiansyah Bakrie alias Ardi Bakrie dan sopirnya Zen Vivanto menjalani sidang persidangan terkait kasus narkoba. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Hakim: Sebagai Figur Publik, Nia Ramadhani Tidak Beri Contoh Baik

Fachri Audhia Hafiez • 11 Januari 2022 13:02
Jakarta: Majelis hakim mempertimbangkan sejumlah hal yang memberatkan untuk menjatuhkan vonis terhadap Aktris Ramadhania Ardiansyah Bakrie alias Nia Ramadhani. Menurut majelis hakim, sebagai figur publik Nia beserta suaminya Anindra Ardiansyah Bakrie alias Ardi Bakrie tak beri contoh yang baik karena menyalahgunakan narkotika.
 
"Seorang public figure yang seharusnya dapat memberi contoh yang baik kepada masyarakat namun berperilaku sebaliknya," tegas salah satu hakim anggota saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Selasa, 11 Januari 2022.
 
Selain itu, Nia dan Ardi tidak mendukung program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas penyalahgunaan narkotika. Lalu, perbuatan keduanya dilakukan di wilayah Jakarta Pusat yang memiliki kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tindak pidana sejenis yang dilakukan oleh para terdakwa di wilayah hukum Jakarta Pusat cukup tinggi," ucap hakim.
 
Majelis juga mempertimbangkan hal-hal yang meringankan hukuman. Para terdakwa belum pernah dihukum dan memiliki tanggungan keluarga.
 
"Terdakwa mengaku berterus terang terhadap perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi," ucap hakim.
 
Baca: Divonis 1 Tahun Penjara, Nia Ramadhani Banjir Air Mata
 
Nia dan Ardi divonis satu tahun penjara karena terbukti melakukan penyalahgunaan narkotika. Hukuman itu juga dikenakan kepada sopirnya Zen Vivanto.
 
Hukuman tersebut lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Jaksa meminta ketiganya direhabilitasi di Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur Jakarta Timur. Mereka diminta menjalani rehabilitasi secara rawat inap masing-masing selama 12 bulan.
 
Dengan demikian, nota pembelaan atau pleidoi ketiganya tidak dapat terima. Mereka meminta pemangkasan tuntutan hukuman rehabilitasi menjadi enam bulan. Selain itu, rehabilitasi tetap dilakukan di Balai Rehabilitasi Fan Campus, Bogor, Jawa Barat.
 
Kasus ini bermula ketika Nia menyuruh Zen untuk membelikan narkotika jenis sabu senilai Rp1,7 juta pada 6 Juli 2021. Nia, Ardi, dan Zen menggunakan sabu itu secara bersama-sama menggunakan alat hisap narkotika berupa bong pada 7 Juli 2021.
 
Nia dan Zen ditangkap oleh petugas dari Polres Jakarta Pusat. Lalu, Ardi menyerahkan diri ke Polres Jakarta Pusat.
 
Setelah pemeriksaan urine, Nia, Ardi, dan Zen terbukti positif metamfetamina. Ketiganya terbukti melanggar Pasal 127 ayat 1 huruf a UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif