Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto/MI/Subarkah.
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto/MI/Subarkah.

Hampir Seluruh Perangkat Desa di Nganjuk Setor Duit ke Bupati

Nasional polri Kasus Suap kasus korupsi Penegakan Hukum Pemberantasan Korupsi OTT KPK jual beli jabatan pns
Candra Yuri Nuralam • 11 Mei 2021 06:36
Jakarta: Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat disebut terlibat jual beli jabatan di wilayah kerjanya sejak lama. Diduga, Novi mengatur mayoritas jabatan perangkat pemerintahan di Pemerintah Kabupaten Nganjuk.
 
"Kalau di informasinya hampir semua desa, itu perangkat desanya juga melakukan pembayaran," kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 10 Mei 2021.
 
Agus mengatakan tarif yang dipatok Novi berbeda-beda. Paling murah Rp10 juta hingga paling tinggi mencapai Rp150 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Angka itu tergantung dari jabatan yang diinginkan. Makin tinggi jabatan, tarif yang diminta Novi semakin melambung.
 
Baca: Bupati Novi Minta Uang Hingga Rp150 Juta untuk Jabatan di Nganjuk
 
Polisi mendalami kasus dugaan suap ini. Seluruh pemufakatan jahat Novi dalam suap jual beli jabatan bakal dihitung.
 
"Kemungkinan jabatan-jabatan lain juga mendapat perlakuan yang sama," ujar Agus.
 
Novi ditetapkan sebagai tersangka bersama enam orang lain. Mereka ialah Camat Pace Dupriono, Camat Tanjunganom Edie Srijato, Camat Brebek Haryanto, dan Camat Loceret Bambang Subagio. Kemudian, mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo dan ajudan Bupati Nganjuk M Izza Muhtadin.
 
Novi merupakan penerima suap dalam kasus ini. Sementara itu, enam tersangka lainnya merupakan pemberi suap.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif