Kejaksaan Agung. Foto: MI
Kejaksaan Agung. Foto: MI

Kejagung Lelang Aset Edy Tansil Seharga Rp4,318 Miliar

Tri Subarkah • 02 November 2021 16:10
Jakarta: Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung (Kejagung) melelang tanah dan bangunan yang dirampas dari terpidana korupsi Tan Edy Tansil alias Tan Tju Fuan alias Tan Tjoe Hong. Objek lelang berlokasi di Jalan Wijaya Timur Nomor 115, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
 
Kepala PPA Kejagung Elan Suherlan menyebut luas tanah rampasan dari Edy Tansil mencapai 528 meter persegi. "Dengan bukti kepemilikan SHM No. 368 atas nama The Indriana Tansil," kata Elan melalui keterangan tertulis, Selasa, 2 November 2021.
 
Pelaksanaan lelang akan dilakukan pada Rabu, 1 Desember 2021, melalui website www.lelang.go.id. Elan menyebut harga limit objek lelang sebesar Rp4.318.534.667, dengan uang jaminan Rp2.159.267.000.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PPA Kejagung akan membuka waktu pengajuan penawaran dari pukul 09.30-10.30 WIB. Tempat pelelangan akan dilaksanakan di KPKNL Jakarta IV, Jalan Prajurit KKP Usman dan Harun No. 10 Jakarta.
 
Elan menjelaskan proses lelang akan dilaksanakan dengan penawaran tertulis tanpa kehadiran peserta. Hal ini dilakukan melalui surat elektronik e-Auction open bidding yang dapat diakses pada alamat domain www.lelang.go.id. Peserta yang dapat mengikuti lelang adalah perseorangan yang memiliki Kartu Tanda Pengenal (KTP), dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
 
"Atau badan hukum yang memiliki akta pendirian dan nomor perubahannya (jika ada), tanda pengenal (KTP) sesuai nama yang tertera dalam akta perusahaan dan kuasanya (apabila dikuasakan)," terang Elan.
 
Baca: Penerapan Hukuman Mati Koruptor Disebut Ranah Pengadilan
 
Dia menyebut tanah dan bangunan Edy yang akan dilelang dalam kondisi apa adanya. Dokumen asli kepemilikan sertifikat objek lelang dikuasai penjual. Dia mewajibkan peserta lelang mengetahui atau memeriksa objek yang akan dilelang dengan baik dan teliti.
 
"Dan apabila karena suatu hal terjadi penundaan/pembatalan pelaksanaan lelang, pihak-pihak yang berkepentingan/peminat/peserta tidak diperkenankan melakukan tuntutan apapun kepada Pejabat Lelang/KPNKL Jakarta IV maupun Pusat Pemulihan Aset Kejaksaaan Agung RI," ujar dia.
 
Tanah dan bangunan Edy dirampas berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 255 K/Pid/1995 pada 29 September 1995. Edy masih berstatus buronan usai melarikan diri ke Tiongkok dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang pada Mei 1996. Terpidana 20 tahun itu terbukti membobol Bank Bapindo sebesar Rp1,3 triliun melalui perusahaan Golden Key Group.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif