NEWSTICKER
Terdakwa kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Foto: ANT/Indrianto Eko Suwarso
Terdakwa kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Foto: ANT/Indrianto Eko Suwarso

Wawan Dipindah ke Lapas Cipinang

Nasional tubagus chaeri wardana
Fachri Audhia Hafiez • 09 Desember 2019 08:56
Jakarta: Terdakwa kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dipindah dari Rumah Tahanan (Rutan) POM AD Guntur, Jakarta Selatan. Dia kini menempati Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur.
 
"Pak Wawan sudah pindah ke Cipinang Jumat siang, 6 Desember 2019," kata pengacara Wawan, Maqdir Ismail, kepada Medcom.id, Senin, 9 Desember 2019.
 
Wawan ditahan di Rutan Guntur atas rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu dititipkan buat keperluan sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat atas tiga kasus korupsi yang menjeratnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wawan diduga mengatur pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten melalui APBD dan APBN-Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2012. Kemudian, pengadaan alat kesehatan kedokteran umum di Puskesmas Kota Tangerang Selatan pada APBD-P TA 2012.
 
Negara merugi Rp94,3 miliar dari dua kasus itu. Wawan juga didakwa melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) lebih dari Rp500 miliar.
 
Permohonan pemindahan dari Rutan Guntur disinggung Wawan saat pembacaan surat dakwaan pada 31 Oktober 2019. Wawan mengaku tak betah. Kunjungan di rutan juga tak longgar seperti di lapas.
 
Pihak kuasa hukum lantas mengajukan pemindahan itu. Permohonan Wawan dikabulkan dan dia dieksekusi ke Lapas Cipinang.
 
Wawan didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
Sedangkan dalam perkara TPPU, Wawan didakwa melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
Dia juga turut didakwa melanggar Pasal 3 Ayat (1) huruf a, c dan g Undang-undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif