NEWSTICKER
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto

Pegawai BPK Diperiksa Terkait Korupsi Proyek IPDN

Nasional kasus ipdn
Juven Martua Sitompul • 10 Desember 2019 11:59
Jakarta: Pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) R Wulung Prakoso dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan dikorek terkait dugaan korupsi pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
 
“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DJ (mantan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri Dudy Jocom),” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019.
 
Penyidik juga memanggil empat saksi lain untuk tersangka yang sama. Tiga di antaranya pegawai negeri sipil (PNS) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri): Chairul Dwi Sapta, Dony Ambadi, dan Tri Adji Bawono.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sedangkan satu saksi lain PNS Pemkot (Pemerintak Kota) Cirebon Syahri Dewanto,” kata Febri.
 
KPK menetapkan Dudy Jocom sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan empat kampus IPDN di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. Dudy Jocom dijerat bersama dua tersangka lain: Kepala Divisi Gedung atau Kepala Divisi I PT Waskita Karya Adi Wibowo dan Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya Dono Purwoko.
 
Dalam kasus ini, Dudy Jocom melalui kenalannya diduga menghubungi beberapa kontraktor untuk menginformasikan adanya proyek IPDN. Selanjutnya, mereka bertemu di sebuah kafe di Jakarta.
 
Pembagian proyek disepakati dalam pertemuan itu. Proyek IPDN di Sulawesi Selatan digarap PT Waskita Karya, sedangkan PT Adhi Karya menggarap proyek IPDN di Sulawesi Utara. Dudy Jocom dkk diduga meminta fee 7 persen dari setiap proyek.
 
Negara disinyalir mengalami kerugian sekitar Rp21 miliar akibat kasus ini. Nilai kerugian itu berdasarkan kekurangan pekerjaan pada kedua proyek. Untuk proyek IPDN di Sulawesi Selatan, negara merugi Rp11,18 miliar, dan Rp9,378 miliar untuk proyek di Sulawesi Utara.
 
Dudy Jocom, Adi Wibowo, dan Dono Purwoko disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif