Ketua Komisi III DPR Herman Hery. Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto
Ketua Komisi III DPR Herman Hery. Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto

Komisi III DPR Datang ke Kediaman Komjen Idham Besok

Nasional polri calon kapolri
Nur Azizah • 29 Oktober 2019 19:16
Jakarta: Para anggota Komisi III DPR akan mengunjungi kediaman Kabareskrim Mabes Polri Komjen Idham Aziz pada Rabu, 30 Oktober 2019, sekitar pukul 09.00 WIB. Idham merupakan calon tunggal sebagai kapolri.
 
"Jika kami mendapat persetujuan dari seluruh anggota untuk melakukan fit and proper test maka agendanya mengunjungi kediaman calon kapolri," kata Ketua Komisi III DPR Herman Hery di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 29 Oktober 2019.
 
Herman menjelaskan kunjungan itu bertujuan melihat kehidupan dan keluarga Idham. DPR juga bakal menampung masukan dari masyarakat terkait pemilihan calon kapolri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau masih memungkinkan sore harinya kami akan melakukan fit and proper test. Jika selesai mungkin malam harinya kami akan lakukan penetapan calon kapolri terpilih," ungkap dia.
 
Setelah itu, Komisi III akan membuat putusan di tingkat pertama. Keputusan itu akan dibawa ke rapat Paripurna.
 
Jokowi mengangkat eks Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian sebagai menteri dalam negeri. Mengisi kekosongan kapolri, Jokowi mengusulkan calon tunggal yakni Idham ke DPR.
 
Berbagai jabatan di Korps Bhayangkara pernah ditempati Idham hingga ke kursi kepala bareskrim Polri. Idham juga sering dilibatkan dalam tim satuan tugas untuk ungkap perkara-perkara yang menjadi sorotan publik. Idham juga memiliki latar belakang reserse dan antiteror.
 
Saat menjadi kapolda metro jaya, Idham mengungkap kasus penyelundupan narkotika jenis ganja seberat 1,3 ton dari Aceh ke Jakarta, dan penyelundupan sabu-sabu 1,6 ton dari Taiwan di Anyer, Banten. Idham juga berhasil menjaga situasi keamanan di Jakarta tetap kondusif saat Ibu Kota menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games 2018.
 
Idham juga terlibat dalam Operasi Camar Maleo bersama TNI untuk menangkap kelompok teroris Santoso di wilayah pegunungan Poso, Sulawesi Tengah, pada awal 2015.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif