Tersangka dugaan makar Eggi Sudjana. MI/Barry Fathahilah.
Tersangka dugaan makar Eggi Sudjana. MI/Barry Fathahilah.

Eggi Sudjana Tanyakan Nasib Permohonan SP3 ke Penyidik

Nasional kasus makar
Siti Yona Hukmana • 12 Juli 2019 17:42
Jakarta: Tersangka dugaan makar Eggi Sudjana mempertanyakan perkembangan pengajuan permohonan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kepada penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Eggi tiba bersama kuasa hukumnya Alamsyah Hanafiah.
 
"Yang dibicarakan itu intinya tidak ada persoalan lain, hanya melihat perkembangan soal permohonan SP3 kita," kata Alamsyah di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 12 Juli 2019.
 
Alamsyah mengatakan surat permohonan SP3 itu dilayangkan ke penyidik pada 4 Juni 2019. SP3 diajukan bersama permohonan penangguhan penahanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyidik dinilai tak memiliki cukup alat bukti menetapkan Eggi sebagai tersangka kasus dugaan makar. Eggi dinilai tak memenuhi unsur dugaan itu.
 
"Yang baru dikabulkan penangguhan penahanan. (Alasan pengajuan SP3) menurut kami karena tidak cukup dua alat bukti karena dia baru ucapan, tidak ada tindakan maupun perbuatan (makar)," tutur Alamsyah.
 
Baca: Yusril Ajukan Permohonan Penangguhan Penahanan Habil Marati
 
Eggi dan kuasa hukumnya telah menemui penyidik, namun belum ada hasil. Menurut Alamsyah, penyidik masih menunggu arahan dari Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Kombes Suyudi Ario Seto.
 
"Penyidik menunggu arahan dari pimpinan. Jadi, memang penyidik tidak bisa mengambil kesimpulan," ucapnya.
 
Tim Advokasi BPN itu ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik menemukan sejumlah alat bukti, di antaranya video Eggi yang menyuarakan people power dan bukti pemberitaan di media daring.
 
Penyidik juga memeriksa enam saksi dan empat ahli. Keterangan tersebut kemudian dicocokkan dengan barang bukti dan dokumen yang telah disita. Setelah penetapan tersangka, penyidik meringkus Eggi pada Selasa, 14 Mei 2019. Politikus PAN itu dinilai penting ditangkap untuk memenuhi prosedur penyidikan.
 
Penyidik menahan Eggi pada Selasa, 14 Mei 2019, pukul 23.00 WIB. Ia ditahan selama 20 hari di rumah tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya. Masa tahanan Eggi diperpanjang selama 40 hari pada Senin, 3 Juni.
 
Penahanan Eggi ditangguhkan pada Senin, 24 Juni 2019. Ia dijamin oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Meski bebas, Eggi tetap wajib lapor setiap Senin dan Kamis.
 
Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti. Ancamannya penjara seumur hidup.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif