Kejaksaan Agung. Foto: MI
Kejaksaan Agung. Foto: MI

Aset Benny Tjokrosaputro Disita Lagi, Kali Ini Tanah 23,73 Hektare

Fachri Audhia Hafiez • 07 Oktober 2022 09:25
Jakarta: Kejaksaan Agung kembali menyita aset milik terpidana kasus korupsi dalam pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT Asuransi Jiwasraya (AJS) serta PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI), Benny Tjokrosaputro. Aset itu berupa 32 bidang tanah seluas 23,73 hektare di Kabupaten Serang dan Kota Serang, Banten.
 
"Telah melaksanakan sita eksekusi terhadap aset milik terpidana Benny Tjokrosaputro dalam perkara PT Asuransi Jiwasraya dan PT ASABRI," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, melalui keterangan tertulis, Jumat, 7 Oktober 2022.
 
Sumedana memerinci tanah yang menjadi objek penyitaan. Yakni, satu bidang tanah seluas 0,5 hektare di Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, dua bidang tanah seluas 0,25 hektare di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Lalu, 16 bidang tanah seluas 4,2 hektare di Desa Tonjong, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.
 
Selanjutnya, 12 bidang tanah seluas 10,5 hektare yang berada di Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang. Kemudian, satu bidang tanah seluas 8,28 hektare di Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Curug, Kota Serang.
 
"Sita eksekusi dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: PRIN-87/A/JA/09/2022 tanggal 22 September 2022," jelas Sumedana.
 

Baca: KPK Berhasil Rampas Aset Korupsi Sampai Rp303,89 M Sepanjang 2022


Jaksa eksekutor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat segera menyerahkan aset sita eksekusi tersebut kepada Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung. Aset diserahkan melalui Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.
 
Benny Tjokrosaputro dipenjara seumur hidup bersama terpidana kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya lainnya, Heru Hidayat. Hukuman itu dijatuhkan usai permohonan kasasi keduanya kandas di Mahkamah Agung (MA).
 
Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sejumlah Rp 6.078.500.000.000. Sedangkan, Heru membayar pengganti sebanyak Rp 10.728.783.375.000.
 
Sementara itu, Benny masih menjalani sidang terkait kasus korupsi PT ASABRI di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Sidang masih tahap pembuktian.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif