Ilustrasi demo buruh. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi demo buruh. Medcom.id/M Rizal

Polri Imbau Buruh Tak Berdemo ke Jakarta

Nasional buruh mogok kerja Omnibus Law
Siti Yona Hukmana • 07 Oktober 2020 17:41
Jakarta: Polri memantau pergerakan massa buruh penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) dari wilayah ke Ibu Kota. Buruh yang mogok kerja diminta tidak bergerak ke Jakarta dan berdemonstrasi di depan Gedung DPR, Senayan.
 
"(Pemetaan) dilakukan oleh rekan-rekan dari polisi kewilayahan. Setelah kita melakukan mapping bisa melakukan penggalangan dan koordinasi kepada koordinator lapangan (korlap) untuk bisa mencegah mereka melaksanakan demo di Ibu Kota," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Polisi wilayah akan bernegosiasi dengan pimpinan-pimpinan serikat pekerja untuk tidak berdemo. Namun, polisi akan meminta korlap untuk mengurangi massa jika buruh bersikeras unjuk rasa untuk mencegah klaster baru covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: KSPI Kukuh Tetap Lakukan Mogok Nasional
 
"Sehingga memenuhi ketentuan protokol kesehatan. Karena kita tahu sampai saat ini kita masih dalam pandemi covid-19," ujar jenderal bintang satu itu.
 
Kepolisian tidak segan menindak peserta demo yang melanggar protokol kesehatan. Sebanyak 9.000 lebih aparat gabungan terdiri dari TNI-Polri, dinas perhubungan, dan Satpol PP akan memelototi pedemo.
 
Pelanggar bisa dijerat Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan serta Pasal 212, 216, dan 218 KUHP. Ancaman maksimal satu tahun penjara atau denda Rp100 juta.
 
"Tentunya kita sama-sama berharap untuk rekan-rekan pekerja tertib dan patuh terhadap imbauan-imbauan kepolisian di wilayah-wilayah," papar Awi.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif