Novel: Banyak Pegawai KPK Diserang
Penyidik senior KPK Novel Baswedan menunjukkan poster dukungan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas kasus yang menimpa dirinya, Jakarta, Kamis (22/2). (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Jakarta: Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengungkapkan teror tak hanya dialami dirinya. Menurutnya, teror juga banyak dialami pegawai KPK lain.

"Di KPK yang diserang itu bukan cuma saya, banyak. Saya bilang banyak karena lebih dari lima," ucap Novel di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 1 November 2018.

Kabar tersebut diketahui Novel dari pegawai yang menjadi pengurus Wadah Pegawai KPK. Penyerangan dilakukan oknum tidak dikenal.


Intimidasi itu, kata dia, menyebabkan beban psikis bagi pegawai yang menjadi korban. Contohnya, ketika penyerbuan terhadap safe house KPK dengan tanpa aturan hukum.

"Pernah pegawai KPK diculik. Saya penyidik, jadi saya paham bagaimana penangkapan, bagaimana tertangkap tangan. (Ada juga pegawai yang) rumahnya dipasangin bom, walaupun setelah dicek ternyata bom itu palsu," tuturnya.

Baca: WP KPK Peringati 500 Hari Penyerangan Novel

Kasus lain, ada mobil pegawai KPK yang disiram air keras serta ada ancaman pembunuhan. Peristiwa teror atau penyerangan tersebut, kata Novel, hingga kini masih dibiarkan.

Dia mengaku wajar masih ada penyerangan terhadap pejuang antikorupsi. "Orang yang berjuang untuk kebenaran dan keadilan pasti diserang. Aneh kalau kemudian berjuang biasa-biasa saja. Rasanya itu kompromi. Berjuang itu baik, berjuang itu tidak ada ruginya," kata dia.

Sudah 16 bulan kasus penyiraman air keras terhadap Novel terjadi. Namun, hingga kini pelakunya belum juga ditangkap. Ia berharap kejahatan terhadap pemberantas korupsi dapat dilakukan secara tuntas.

"Bukankah penyerangan kepada pegawai KPK yang bertugas itu suatu hal yang luar biasa berbahaya dan luar biasa jahatnya? Dan apabila dibiarkan, kapan dilakukan?" kata dia.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id