WP KPK Peringati 500 Hari Penyerangan Novel

Sunnaholomi Halakrispen 01 November 2018 14:18 WIB
peristiwa
WP KPK Peringati 500 Hari Penyerangan Novel
Penyidik senior KPK Novel Baswedan menunjukkan poster dukungan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas kasus yang menimpa dirinya, Jakarta, Kamis (22/2). (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Jakarta: Hari ini genap 500 hari peristiwa penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo mengatakan teror terhadap pejuang antikorupsi tak hanya terjadi sekali.

"Pada 7 September 2004, Munir Said Thalib dibunuh dalam perjalanan menuju Amsterdam untuk melanjutkan pendidikan," kata Yudi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 1 November 2018.
 
Lebih kurang 13 tahun kemudian, tepatnya pada 11 April 2017, penyerangan kembali terjadi kepada Novel Baswedan.

Ia memaparkan, 500 hari yang lalu penyidik senior KPK Novel Baswedan diteror dengan disiram air keras pada 11 April 2017. Oknum tak dikenal melakukannya usai Novel menjalankan ibadah salat subuh.


Lantaran pengungkapan kasus penyiraman tersebut belum kelar, WP KPK berharap pemerintah dapat menindak lebih lanjut kasus ini. Khususnya, memastikan perlindungan terhadap Novel Baswedan.

Baca: KPK Tagih Janji Jokowi

Selain teror terhadap Novel, Yudi menekankan bahwa teror kerap terjadi pada pegawai KPK lainnya. Intimidasi juga terjadi bahkan kepada fasilitas yang dimiliki KPK.

"Teror dan intimidasi tersebut antara lain kriminalisasi terhadap pegawai KPK, penyerbuan, dan teror terhadap fasilitas KPK," ucapnya.

Selain itu, ada juga ancaman bom ke rumah penyidik KPK, penyiraman air keras ke rumah dan mobil milik penyidik KPK. "Hingga ancaman pembunuhan terhadap pejabat dan pegawai KPK," paparnya.

Teror lainnya yaitu perampasan perlengkapan penyidik KPK serta penangkapan dan penculikan terhadap pegawai KPK yang sedang bertugas. Bahkan, terdapat percobaan pembunuhan terhadap penyidik KPK.

Oleh sebab itu, KPK meminta perhatian penuh dari Presiden Joko Widodo agar kasus teror tersebut segera terungkap.

"Kami berharap Presiden memberikan perhatian penuh terhadap pengusutan kasus penyerangan kepada penggiat keadilan di Indonesia dan memastikan pengusutan kasus dilaksanakan dengan tepat dan tuntas," kata Yudi.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id