Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung - MI/Bary Fathahilah
Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung - MI/Bary Fathahilah

Hukuman Syafruddin Diperberat Jadi 15 Tahun

Nasional kasus blbi
Damar Iradat • 04 Januari 2019 16:46
Jakarta: Upaya banding mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung agar hukumannya menjadi ringan atau dibatalkan kandas di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Hakim Pengadilan Tinggi memperberat hukuman Syafruddin menjadi 15 tahun penjara.
 
Majelis hakim yang terdiri dari Elang Prakoso Wibowo, Mohammad Zubaidi Rahmat, I Nyoman Adi Juliasa, Reny Halida Ilham Malik, dan Lafat Akbar menilai, perbuatan Syafruddin yang telah menerbitkan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuditas Bank Indonesia (BLBI) terhadap pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim sangat melukai secara psikologis masyarakat dan bangsa Indonesia yang baru saja mengalami trauma akibat krisis moneter tahun 1998.
 
Perbuatan Syafruddin selaku Kepala BPPN saat itu dinilai telah merugikan negara yang sangat besar dan serius.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Menyatakan, menjatuhkan pidana penjara selama 15 tahun dan pidana denda sebesar Rp1 miliar subsider tiga bulan kurungan," kata majelis hakim dalam salinan amar putusan yang diterima Medcom.id, di Jakarta, Jumat, 4 Januari 2019.
 
(Baca juga:Syafruddin: Tak ada Imbalan dari Sjamsul untuk SKL BLBI)
 
Putusan ini lebih tinggi dari putusan di pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Saat itu, majelis hakim Pengadilan Tipikor menjatuhi hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp700 juta terhadap Syafruddin.
 
Syafruddin terbukti merugikan negara hingga Rp4,58 triliun dalam perkara penerbitan surat keterangan lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Perbuatan itu ia lakukan bersama pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim serta Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) Dorodjatun Kuntjoro-Tjakti.
 
Syafruddin terbukti melanggar hukum dengan memperkaya orang lain, korporasi, atau diri sendiri.
 
Putusan Pengadilan Tinggi sama dengan tuntutan jaksa di tingat pertama. Jaksa KPK menuntut Syafruddin dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subisder enam bulan kurungan.
 
Syafruddin terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
(Baca juga:Syafruddin Keberatan Didakwa Memperkaya Sjamsul Nursalim)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif