Kapolri Jenderal Tito Karnavian--Metrotvnews.com/Lukman Diah Sari
Kapolri Jenderal Tito Karnavian--Metrotvnews.com/Lukman Diah Sari

Kapolri: Terorisme di Indonesia Dipengaruhi Suriah dan Afghanistan

Sunnaholomi Halakrispen • 27 September 2018 18:41
Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, terorisme di Indonesia dipengaruhi dinamika di luar negeri, khususnya Suriah dan Afghanistan. Ia pun membaginya menjadi dua kelompok atau gelombang.
 
"Pertama, Gelombang Al qaeda yang berhubungan dengan JI (Jamaah Islamiyah). Kedua, gelombang yang sekarang adalah antara ISIS dengan JAD (Jamaah Ansharut Daulah)," ujar Tito di Bekas, Kamis, 27 September 2018.
 
Tito mengidentifikasi penanggulangan terorisme dengan dua cara. Pertama, dengan menggunakan cara keras (hard approach) yakni penegakan hukum yang dibantu oleh militer dan intelijen.

"Kedua, kita bisa melakukan langkah-langkah soft (soft approach) dalam rangka untuk membendung ideologi radikal, ideologi terorisme. Ada program namanya deradikalisasi, kontra radikalisasi, kontra ideologi program," tuturnya.
 
Baca: Penanganan Terorisme di Indonesia Terbaik
 
Tito memaparkan bahwa program tersebut dimanfaatkan untuk menangani jaringan atau sistem internet yang digunakan kelompok teroris. Selain itu, dapat menangani berbagai permasalahan lokal yang membuat ideologi ini dapat berkembang.
 
Sementara itu, Tito menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti dan dijelaskan empat syarat untuk memperkuat penegakan hukum. Keempatnya ialah kemampuan deteksi aparat, kemampuan penanganan dan penyidikan secara ilmiah, aparat memiliki kemampuan menyerang di segala medan, dan adanya undang-undang yang kuat dalam pemberantasan tindak pidana terorisme.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>