Gedung KPK. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Gedung KPK. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Gercep Dong KPK, Segera Jemput Paksa Lukas Enembe

Candra Yuri Nuralam • 28 September 2022 10:34
Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai pengusutan kasus dugaan suap dan gratifikasi Gubernur Papua Lukas Enembe terlalu berlarut. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta langsung melakukan penjemputan paksa untuk mempercepat penanganan kasus itu.
 
"Guna mempercepat penyidikannya, ICW mendorong agar KPK segera melakukan upaya hukum berupa penjemputan paksa terhadap Gubernur Papua itu. Bahkan, jika dibutuhkan, bukan hanya penjemputan paksa, melainkan penangkapan lalu dilanjutkan penahanan," kata Peneliti dari ICW Kurnia Ramadhana melalui keterangan tertulis, Rabu, 28 September 2022.
 
ICW mendesak KPK segera membawa Lukas ke Jakarta untuk dimintai keterangan. Lembaga Antikorupsi juga diminta memeriksa kesehatan Lukas di Jakarta bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) usai penjemputan paksa dilakukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk mengecek kondisi kesehatan Lukas atau yang lazim disebut second opinion. Jika benar kondisi Lukas memang sedang sakit, KPK dapat melakukan pembantaran terhadap yang bersangkutan," ujar Kurnia.
 
Pemeriksaan dari IDI dinilai penting jika Lukas dijemput paksa. Hasil pemeriksaan dinilai bisa menjadi penilaian hukuman Lukas dalam persidangan nanti.
 
"ICW juga mengingatkan kepada saudara Lukas, jika kondisinya sehat namun tidak menghadiri panggilan penyidik, maka besar kemungkinan tuntutan dan vonis yg bersangkutan akan berat karena sejak awal proses hukum dinilai tidak kooperatif," tegas Kurnia.
 

Baca: Catat, Hanya Ada 3 Hal yang Bisa Bikin Kasus Lukas Enembe Disetop


KPK mengaku bingung Gubernur Papua Lukas Enembe terus berkoar-koar meminta izin untuk berobat ke luar negeri. Lembaga Antikorupsi padahal sudah membuka pintunya kepada Lukas agar kesehatannya diperiksa sebelum diizinkan berobat di luar negeri.
 
"LE (Lukas Enembe) cukup datang penuhi panggilan dan berikan keterangan dihadapan penyidik kami, termasuk menunjukkan kondisinya yang jika benar sakitnya hanya dapat berobat ke luar negeri," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango di Jakarta, Rabu, 28 September 2022.
 
Nawawi mengatakan pihaknya pasti memberikan izin jika penyakit Lukas hanya bisa disembuhkan oleh dokter di luar negeri. Namun, sebelum pergi ke luar negeri Lukas harus memberikan bukti ke penyidik dan tim medis KPK.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif