Gubernur Papua Lukas Enembe. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Gubernur Papua Lukas Enembe. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Catat, Hanya Ada 3 Hal yang Bisa Bikin Kasus Lukas Enembe Disetop

Candra Yuri Nuralam • 28 September 2022 09:46
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut ada tiga hal yang bisa membuat kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe disetop. Tiga hal itu diatur dalam Pasal 109 ayat (2) KUHAP.
 
"Penghentian Penyidikan menurut pasal 109 ayat (2) KUHAP, hanya dilakukan dalam hal pertama tidak ditemukan kecukupan bukti," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango di Jakarta, Rabu, 28 September 2022.
 
Nawawi mengatakan hal lain yang bisa menghentikan penyidikan yakni tudingan penyidik terhadap Lukas bukan perbuatan pidana. Lalu, penghentian juga bisa dilakukan atas nama hukum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nawawi menegaskan hanya tiga hal itu yang bisa menyetop kasus berdasarkan aturan yang berlaku. Menurutnya, koar-koar mencoba pembuktian aliran dana dari tambang emas Lukas tidak masuk dalam syarat penghentian perkara.
 
Atas dasar itulah KPK tidak mau menghentikan kasus hanya karena kubu Lukas mengeklaim aliran dananya dari hasil kepemilikan tambang emas. Upaya pembuktian itu dinilai bukan ranah penyidikan.
 
"Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi. Jadi sekali lagi tidak ada proses pembuktian di tahap penyidikan," ucap Nawawi.
 

Baca juga: Mau Izin Berobat ke Luar Negeri, Lukas Enembe Cukup Datangi KPK


 
Gubernur Papua Lukas Enembe membantah aliran dananya yang dituduhkan kepadanya selama ini berkaitan dengan kasus suap. Lukas mengeklaim aliran dana miliknya karena punya tambang emas.
 
Kuasa Hukum Lukas, Stefanus Roy Rening mengatakan kliennya pernah bercerita memiliki tambang emas di kampung halamannya di Kabupaten Tolikara, Papua. Namun, proses administrasi kepemilikan tambang emas itu belum rampung.
 
Stefanus juga menyebut kliennya telah membantah semua tudingan aliran dana yang dikeluarkan Lukas berkaitan dengan kasus suap yang diusut KPK. Menurut dia, kliennya merupakan orang kaya yang memiliki banyak duit.
 
"Mari kita sama-sama temani, kita sama-sama ke Tolikara, kita lihat itu tambang," tutur Stefanus.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif