Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Orang Kepercayaan Bupati Nonaktif Pemalang Diduga Ikut Tampung Duit Suap

Candra Yuri Nuralam • 27 Oktober 2022 11:39
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin meyakini ada penerimaan suap yang dilakukan Bupati nonaktif Pemalang Mukti Agung Wibowo. Orang kepercayaannya diduga membantu menampung uang haram itu.
 
Informasi ini didalami dengan memeriksa 22 saksi pada Rabu, 26 Oktober 2022. Salah satu saksi yang dipanggil merupakan anggota DPRD Pemalang Fahmi Hakim.
 
"Seluruh saksi penuhi panggilan tim penyidik dan didalami pengetahuannya, antara lain terkait dengan dugaan adanya penerimaan sejumlah uang oleh tersangka MAW (Mukti Agung Wibowo) termasuk aliran uang ke berbagai pihak melalui beberapa orang kepercayaan dari tersangka dimaksud," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ipi Maryati melalui keterangan tertulis, Kamis, 27 Oktober 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak 16 saksi merupakan pegawai negeri sipil (PNS), yakni Supriyono, Nurhadi, Kartono, Ari Gunawan, Wasis Winarto, Sodik Ismanto, Bagus Sutopo, Umroni, Tito Suharto, Supadi, Supriyono, Andri Adi, Mulyanto, Yudia Laksono, Raharjo Bambang Nuriyanto, dan Nur Sidik.
 
Sisanya, yakni Direktur RSUD M Ashari Aris Munandar, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Pemalang Mubarak Ahmad, pensiunan PNS Suharto, dan dua pihak swasta Hanif Fahrudin serta Kathlin Ikaliana.

Baca: Bupati Nonaktif Pemalang Diduga Terima Duit Setoran dari Pejabat Pengelola Pasar


Ipi enggan memerinci lebih lanjut pertanyaan penyidik kepada para saksi. Alasannya untuk menjaga kerahasiaan proses penyidikan.
 
KPK menetapkan enam tersangka dalam perkara dugaan suap terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang pada 2021-2022. Yakni, Bupati nonaktif Pemalang Mukti Agung Wibowo (MAW); Komisaris PD Aneka Usaha (AU) Adi Jumal Widodo (AJW); penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Slamet Masduki (SM); Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sugiyanto (SG); Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Yanuarius Nitbani (YN); dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Mohammad Saleh (MS).
 
Berkas kasus Slamet, Sugiyanto, Yanuarius dan Saleh sudah dinyatakan lengkap oleh penyidik. Keempat orang itu segera diadili. 
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif