Gedung Merah Putih KPK. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Gedung Merah Putih KPK. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

Bupati Nonaktif Pemalang Diduga Terima Duit Setoran dari Pejabat Pengelola Pasar

Candra Yuri Nuralam • 27 Oktober 2022 08:32
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati nonaktif Pemalang Mukti Agung Wibowo menerima uang setoran dari banyak pihak. Sebagian di antaranya bahkan dari pejabat pengelola pasar di wilayahnya.
 
Informasi itu didalami dengan memeriksa 17 saksi. Sebanyak 15 orang yang diperiksa berstatus pegawai negeri sipil (PNS).
 
"Seluruh saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dugaan adanya setoran sejumlah uang untuk Tsk MAW dari beberapa ASN termasuk dari beberapa pejabat pengelola pasar di Pemkab Pemalang," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ipi Maryati melalui keterangan tertulis, Kamis, 27 Oktober 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak 15 PNS itu yakni Patoni, Susilo, Rosidi, Imam Mukarto, Sigit Joko Purwanto, Suloyo, Lini Patriana, Peni Lestari, Retno Dwi Harjati, Fajridiyah Handayani, Hepi Priyanto, Sujarwo, Agung Eko Widodo, Teguh Adi Nugroho dan Peny Pratiwi.
 
Dua saksi lain yakni wiraswasta Kustoro dan anggota DPRD Pemalang Nuryani. Ipi enggan memerinci lebih lanjut total uang setorannya dengan alasan menjaga kerahasiaan proses penyidikan.

Baca: Bupati Nonaktif Pemalang Diduga Tentukan Mutasi ASN Tergantung Mahar yang Diberikan


KPK menetapkan enam tersangka dalam perkara dugaan suap terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang pada 2021-2022. Yakni, Bupati nonaktif Pemalang Mukti Agung Wibowo (MAW); Komisaris PD Aneka Usaha (AU) Adi Jumal Widodo (AJW); penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Slamet Masduki (SM); Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sugiyanto (SG); Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Yanuarius Nitbani (YN); dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Mohammad Saleh (MS).
 
Berkas kasus Slamet, Sugiyanto, Yanuarius dan Saleh sudah dinyatakan lengkap oleh penyidik. Keempat orang itu segera diadili.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif