Bos PT Duta Palma Group Surya Darmadi (kemeja putih) di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Bos PT Duta Palma Group Surya Darmadi (kemeja putih) di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

Surya Darmadi Klaim Kesehatannya Diabaikan Kejagung

Candra Yuri Nuralam • 19 September 2022 12:15
Jakarta: Pemilik PT Duta Palma Group Surya Darmadi meminta hakim memberikan izin untuk melakukan pemeriksaan medis. Surya mengeklaim kesehatannya diabaikan oleh pihak Kejaksaan Agung (Kejagung).
 
"Selama ini saya di rutan (rumah tahanan) mohon (memeriksa kesehatan), tapi tidak ditanggapi," kata Surya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 19 September 2022.
 
Surya berharap hakim memberikan izin pemeriksaan medis dalam waktu dekat. Menurutnya kondisi kesehatannya sedang tidak baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau bisa Yang Mulia, hari Rabu atau Kamis," ujar Surya.
 
Surya menyebut dirinya mengidap penyakit jantung. Dia butuh pemeriksaan kesehatan dari dokter spesialis secara rutin. Hakim diminta bijak menanggapi permintaannya.
 
"Di Singapura pak (pernah berobat). saya di sini (berobat di Indonesia) sekali, di Singapura dua kali," ucap Surya.
 

Baca: Merasa Jadi Korban, Surya Darmadi Klaim Dakwaannya Sumir dan Prematur


Hakim Ketua Fahzal Hendri meminta Surya menentukan hari pasti pemeriksaan. Jika sudah ada, majelis hakim akan menerbitkan izinnya.
 
"Dipastikan saja lah, jadi sama dokternya hari apa dokternya siap, umpamanya hari Rabu, hari Rabu itu kami keluarkan, kalau hari Jumat ya hari Jumat, jadi harus pasti pak," kata Fahzal.
 
Surya Darmadi didakwa memperkaya diri sendiri, merugikan negara, dan perekonomian negara sampai Rp86,54 triliun. Dia juga didakwa melakukan pencucian uang.
 
JPU pada Kejaksaan Agung menjelaskan nominal tiap kerugian berbeda. Surya diduga memperkaya diri sendiri atau orang lain maupun koorporasi sebesar Rp7,59 triliun dan USD7,88 juta yang dikonversi ke rupiah saat ini menjadi Rp117,6 miliar.
 
Jaksa juga mendakwa Surya merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Totalnya mencapai Rp4,79 triliun dan USD7,88 juta yang dikonversi ke rupiah saat ini menjadi Rp117.60 miliar.
 
Angka merugikan keuangan negara atau perekonomian negara ini didapat dari hasil audit penghitungan kasus ini oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). PT Duta Palma Group diduga telah membuat negara banyak merugi.
 
Kemudian, Surya didakwa merugikan perekonomian negara senilai Rp73,92 triliun. Angka itu didapatkan dari laporan lembaga penelitian dan pelantikan ekonomika dan bisnis fakultas ekonomika dan bisnis Universitas Gajah Mada tanggal 24 Agustus 2022.
 
Jika ditotalkan, tindakan Surya membuat negara merugi sekitar Rp86,53 triliun. Angka itu merupakan kalkulasi dari dugaan memperkaya diri sendiri, merugikan negara dan keuangan negara.
 
Surya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif