Sidang pembacaan vonis terdakwa kasus korupsi di ASABRI, Teddy Tjokrosapoetro. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pembacaan vonis terdakwa kasus korupsi di ASABRI, Teddy Tjokrosapoetro. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Kasus ASABRI, Teddy Tjokro Divonis 12 Tahun Penjara

Fachri Audhia Hafiez • 03 Agustus 2022 17:37
Jakarta: Terdakwa kasus dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI), Teddy Tjokrosapoetro, divonis 12 tahun penjara. Dia terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara senilai Rp22,7 triliun.
 
"Mengadili, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim IG Eko Purwanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Agustus 2022.
 
Dia juga dikenakan denda sebesar Rp1 miliar. Bila Teddy tak sanggup membayar maka dikenakan pidana penjara selama satu tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hukuman itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Jaksa menuntut Direktur PT Rimo International Lestari itu dipidana penjara selama 18 tahun serta denda Rp5 miliar subsider satu tahun bui.
 
Selain itu, dia dikenakan membayar uang pengganti Rp20,8 miliar. Bila tak sanggup membayar, maka diganti dengan hukuman 5 tahun penjara.
 

Baca: 71 Saksi Dihadirkan untuk Bongkar Korupsi Teddy Tjokrosapoetro


Majelis hakim menilai Teddy terbukti melakukan korupsi di ASABRI terkait dengan pengelolaan keuangan dan dana investasi yang berlangsung pada 2012 hingga 2019. Kejahatan itu telah merugikan keuangan total Rp22,7 triliun.
 
Perbuatan itu juga turut dilakukan bersama-sama dengan sejumlah pihak. Yakni, mantan Direktur Utama ASABRI Adam Rachmad Damiri dan Sonny Widjaja serta Direktur Keuangan ASABRI 2008-2014, Bachtiar Effendi.
 
Lalu, Direktur ASABRI 2013-2014 dan 2015-2019, Hari Setianto dan almarhum Kepala Divisi Investasi PT ASABRI Ilham Wardhana Bilang Siregar. Direktur PT. Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo dan Komisaris PT Hanson International Tbk sekaligus kakak kandung Teddy, Benny Tjokrosaputro.
 
Teddy dinilai terbukti melakukan pengaturan saham bersama Benny dan afiliasinya. Saham-saham milik Teddy dan Benny diupayakan dibeli oleh ASABRI.
 
"Oleh karenanya pembelian saham-saham tidak dilakukan melalui proses analisis fundamental dan teknikal oleh bagian investasi PT ASABRI," ujar hakim.
 
Teddy terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
 
Teddy juga terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dia telah menyamarkan hasil kekayaan yang dieroleh dari pengelolaan keuangan dan dana investasi.
 
Dia menyamarkan kekayaan dari kejahatan tindak pidana korupsi itu dengan mentransfer atau mengalihkan melalui penyetoran modal untuk kepentingan mengakuisisi beberapa perusahaan. Lalu, melakukan pembelian tanah, bangunan, mobil, dan menggunakan dana untuk biaya operasional perusahaan.
 
Pada perkara TPPU, Teddy terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
 
Pada persidangan ini, Teddy mengikuti pembacaan amar putusan melalui virtual. Dia mengikuti persidangan dari rumah tahanan (rutan) lantaran baru sembuh dari sakit.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif