Terdakwa Kuat Ma'ruf. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Terdakwa Kuat Ma'ruf. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Kuat Ma'ruf Jengkel Disebut Tahu Rencana Pembunuhan hingga Bersekongkol dengan Sambo

Fachri Audhia Hafiez • 24 Januari 2023 12:46
Jakarta: Terdakwa Kuat Ma'ruf jengkel disebut tahu rencana pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Hal itu tertuang dalam nota pembelaan atau pleidoinya.
 
"Dimulai dari proses penyidikan, saya seakan-akan dianggap dan bahkan dituduh mengetahui perencanaan pembunuhan terhadap almarhum (Brigadir J)," kata Kuat Ma'ruf saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa, 24 Januari 2023.
 
Kuat Ma'ruf juga tak terima dituduh membawa pisau ke rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. Pada persidangan, pisau itu disebut untuk mengancam Brigadir J.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Padahal di dalam persidangan sangat jelas terbukti saya tidak pernah membawa tas atau pisau yang didukung keterangan dari para saksi dan hasil video rekaman yang ditampilkan," ucap Kuat Ma'ruf.
 
Kuat Ma'ruf turut meluapkan kegeramannya karena disebut bersekongkol dengan terdakwa Ferdy Sambo. Ia klaim tak pernah ada bunyi yang menguatkan bahwa dia berinteraksi dengan atasannya itu sebelum Brigadir J terbunuh.
 
"Saya dianggap juga telah sekongkol dengan Bapak Ferdy sambo. Namun, berdasarkan hasil persidangan tidak ada satu pun saksi maupun video rekaman atau bukti lainnya yang menyatakan kalo saya bertemu dengan Bapak Ferdy Sambo di Saguling," ujar Kuat Ma'ruf.
 

Baca Juga: Jelang Vonis, KY Siap Memfasilitasi Pengamanan Melekat Hakim Kasus Ferdy Sambo


Kuat Ma'ruf merupakan satu dari lima terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Terdakwa lainnya adalah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo, dan Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.
 
Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Kuat Ma'ruf dihukum selama delapan tahun penjara. Tuntutan hukuman itu senada dengan Ricky Rizal Wibowo dan Putri Candrawathi.
 
Sementara, Ferdy Sambo dituntut hukuman penjara seumur hidup. Sedangkan, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E dituntut penjara selama 12 tahun.
 
Pada perkara tersebut, mereka dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif