Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menangis saat membacakan pleidoi dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menangis saat membacakan pleidoi dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Azis Syamsuddin Menangis di Pengadilan, Singgung Perpeloncoan Saat Muda

Candra Yuri Nuralam • 31 Januari 2022 13:53
Jakarta: Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menangis saat membacakan pleidoi dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah. Air mata Azis Syamsuddin keluar saat membahas kehidupan keluarganya.
 
"Saya rasakan tinggal di Rumah Susun (Rusun) Tanah Abang. Perjalanan ini memperkenalkan saya kepada kehidupan yang keras, budaya yang berbeda-beda," kata Azis sambil menangis di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 31 Januari 2022.
 
Azis Syamsuddin bercerita hidup sebagai anak bungsu dari lima bersaudara. Salah satu kakaknya sudah meninggal dunia. Dia mengaku merasakan kehidupan berat karena harus ikut sang ayah yang berpindah-pindah rumah karena bekerja sebagai pegawai bank.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengaku kerap dipelonco saat tiba di lingkungan baru. Perpeloncoan itu terjadi karena dirinya tidak bisa langsung beradaptasi dengan lingkungan sekitar saat pindah. 
 
Baca: KPK Tegaskan Tuntutan Azis Syamsuddin Sesuai Aspek Keadilan dan Kebenaran
 
"Setiap tiga tahun, saya selalu dipelonco di berbagai daerah karena saya tidak bisa menggunakan bahasa daerah setempat sehingga saya harus dipelonco dan tegar menghadapi," tutur Azis.
 
Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Azis Syamsuddin dengan pidana penjara empat tahun dan dua bulan. Majelis hakim juga diminta menjatuhkan pidana denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan kepada Azis. 
 
"Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa berupa pencabutan hak dipilih dalam pemilihan jabatan publik atau politis terhitung lima tahun terhitung sejak terdakwa selesai menjalani pidana pokoknya," ujar jaksa Lie Putra Setiawan saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 24 Januari 2022. 
 
Azis diyakini terbukti menyuap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain. Dia diduga memberikan uang hingga Rp3,099 miliar dan USD36 ribu.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif