Ratna Sarumpaet--Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Ratna Sarumpaet--Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Ratna Pertanyakan Penolakan Eksepsi Hakim

Nasional Kabar Ratna Dianiaya
Siti Yona Hukmana • 19 Maret 2019 11:50
Jakarta: Terdakwa kasus dugaan berita bohong Ratna Sarumpaet mempertanyakan penolakan eksepsi majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia merasa putusan sela itu tidak adil.
 
"Saya ini awam, saya bukan ahli hukum, tapi saya juga enggak bodoh-bodoh amat ya. Saya tahu apa yang saya lakukan, apa yang dikatakan di undang-undang itu saya mengerti," kata Ratna di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Maret 2019.
 
Meski merasa tidak diperlakukan adil, ia tetap menerima putusan sela majelis hakim. Menurut dia, percuma melawan karena keputusan sela itu wewenang majelis hakim. "Ya kalau dengan tahap itu saya menolak tapi, bukan saya yang ketok palu. Jadi saya ikuti saja," ujar Ratna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ratna selesai menjalani sidang keempat di PN Jakarta Selatan. Sidang dengan agenda pembacaan keputusan sela ini tak berpihak padanya. Majelis Hakim menolak eksepsi atau nota keberatan Ratna.
 
"Mengadili, menolak eksepsi penasehat hukum terdakwa atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) seluruhnya," kata Ketua Majelis Hakim Joni di ruang sidang utama Prof H Oesmar Seno Adji, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
 
Majelis hakim menilai, surat dakwaan JPU pada Kejaksaan Agung telah menguraikan perbuatan Ratna, waktu, dan tempat secara lengkap. Dengan demikian, dakwaan telah dinyatakan secara cermat dan jelas, sehingga harus dilakukan pemeriksaan dalam pokok perkara.
 
"Menyatakan surat dakwaan penuntut umum tanggal 21 Februari 2019 sudah disusun cermat jelas, lengkap dan dapat dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini lebih lanjut. Menyatakan sidang perkara pidana terdakwa ratna sarumpaet dilanjutkan," ujar Hakim Joni.
 
Baca: Ratna Sarumpaet Pasrah
 
Ratna sebelumnya mengajukan eksepsi atas dasar keberatan dengan dakwaan yang diterimanya. Ia tak terima disebut menyebarkan berita bohong untuk membuat keonaran dan menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian atas dasar suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
 
Kasus hoaks Ratna bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tak di kenal di Bandung, Jawa Barat.
 
Ratna kemudian mengakui kabar itu tak benar. Mukanya lebam karena menjalani operasi plastik.
 
Ratna ditahan setelah ditangkap di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis malam, 4 Oktober 2018. Saat itu, Ratna hendak terbang ke Chile.
 
Akibat perbuatannya, Ratna dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 
Majelis hakim menjadwalkan sidang lanjutan Ratna pada Selasa, 26 Maret 2019. JPU diminta menghadirkan sejumlah saksi dan bukti-bukti di muka persidangan.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif