Menteri Agama Lukman Hakim--Metrotvnews.com/Dheri Agriesta
Menteri Agama Lukman Hakim--Metrotvnews.com/Dheri Agriesta

Menag Janji Penuhi Panggilan KPK

Nasional OTT Romahurmuziy
Damar Iradat • 06 Mei 2019 16:20
Jakarta: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berjanji bakal memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lukman dijadwalkan diperiksa KPK pada Rabu, 8 Mei 2019.
 
"Insyaallah saya akan hadir, sesuai dengan panggilan," kata Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019.
 
Lukman sebelumnya dipanggil KPK untuk menjadi saksi atas tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag, Romahurmuziy (Romi). Dia seharusnya diperiksa pada Rabu, 24 April 2019, namun tidak hadir lantaran ada agenda kerja di Jawa Barat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Iya, karena kan mendadak waktunya. Insyaallah saya akan hadir (panggilan selanjutnya)," tegas dia.
 
Lukman tak mau bicara banyak soal apa yang akan diklarifikasi lembaga antirasuah itu. Dia juga tak mau membahas soal dugaan uang yang mengalir kepadanya.
 
Baca:KPK Bakal Korek Aliran Suap ke Menag Lukman
 
KPK telah mengantongi nama-nama pejabat Kemenag yang ikut terlibat dalam kasus ini. Pejabat itu diduga bekerja sama dengan Romi untuk mengatur jabatan pesanan di Kemenag.
 
Untuk menajamkan dugaan itu, penyidik pun terus memeriksa sejumlah saksi dari unsur pejabat Kemenag. Mereka yakni staf khusus Menag dan panitia pelaksana seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag.
 
Termasuk, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama M. Nur Kholis Setiawan dan Kepala Biro Kepegawaian Kemenag, Ahmadi. Selain memeriksa saksi, penguatan bukti juga dilakukan penyidik dengan menggeledah sejumlah ruang kerja di Kemenag.
 
Ruangan yang digeledah ialah ruang kerja Lukman, ruang kerja Nur Kholis, dan ruang kerja Ahmadi. Dari ruang Lukman, penyidik menyita uang sebesar Rp180 juta dan USD30 ribu. Sedangkan dari dua ruang kerja lain disita sejumlah dokumen terkait seleksi jabatan di Kemenag.
 
KPK menetapkan Romi sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag. Romi disinyalir mengatur jabatan di Kemenag pusat dan daerah.
 
Romi diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin. Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan untuk kedua penyuap tersebut.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif