Sidang Yaya Purnomo - Medcom.id/Damar Iradat.
Sidang Yaya Purnomo - Medcom.id/Damar Iradat.

Eks Pejabat Kemenkeu Instruksikan Suap Lewat ATM

Nasional kasus suap
Damar Iradat • 03 Januari 2019 17:01
Jakarta: Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Balikpapan Tara Allorante mengakui menyerahkan uang sebesar Rp1,36 miliar kepada mantan Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo.
 
Uang itu diberikan sebagai kompensasi lantaran Yaya telah membantu agar Balikpapan mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dari Kementerian Keuangan 2018.
 
Tara mengatakan, uang itu diserahkan menggunakan pemberian buku tabungan dan kartu ATM beserta nomor identifikasi personal (personal identification number/PIN). Buku rekening dan kartu ATM tersebut lalu ia serahkan kepada Fitra Infitar selaku Kepala Sub-Auditorat Kalimantan Timur I Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Kalimantan Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Diberikan secara langsung. Jadi, buku dan ATM saya serahkan ke Pak Fitra. Itu ide dari Jakarta (Yaya), diserahkan melalui Pak Fitra," kata Tara saat bersaksi untuk Yaya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Januari 2019.
 
Tara menjelaskan, buku tabungan itu menggunakan milik orang lain bernama Pahala Simamora dan Sumiyati. Awalnya, Tara meminta Pahala dan Sumiyati untuk membuka tabungan di Bank Central Asia (BCA). Saldo di dua rekening tersebut masing-masing berisi Rp680 juta, sehingga jika ditotal mencapai Rp1,36 miliar.
 
(Baca juga:Eks Pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo Didakwa Terima Suap Rp3,7 Miliar)
 
Setelah itu, Tara menghubungi Fitra untuk menyerahkan buku tabungan beserta kartu ATM tersebut. Namun, sebelum menyerahkan ke Fitra, Tara mengaku telah menyampaikan hal tersebut kepada Wali Kota Balikpapan Rizal Effendy dan Sekda Balikpapan Sayid M. Fadli.
 
Setelah mendapatkan restu dari Effendy, selanjutnya, ia menemui Fitra di bandara Balikpapan sekitar awal Desember 2017. Ia langsung menyerahkan uang tersebut ke Fitra.
 
"Iya, seperti itu. Pesan dari Jakarta (uang diberikan) melalui Pak Fitra," tutur dia.
 
Dalam perkara ini, Yaya selaku mantan Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan bersama rekan kerjanya, Rifa Surya didakwa menerima suap senilai Rp3,745 miliar. Keduanya juga didakwa menerima gratifikasi sebesar SGD325.000 dan USD53.200.
 
Keduanya dianggap menyalahgunakan jabatan sebagai pegawai Kemenkeu untuk mendapatkan alokasi anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah (DID) APBN 2017. Dari daerah-daerah yang mengajukan untuk menerima DAK dan DID, Yaya dan Rifa telah menerima sejumlah uang.
 
Yaya didakwa melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif