Petugas memeriksa kesehatan calon penumpang sebelum pemberangkatan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 15 Mei 2020. Foto: Antara/Fauzan
Petugas memeriksa kesehatan calon penumpang sebelum pemberangkatan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 15 Mei 2020. Foto: Antara/Fauzan

2 Warga India Pelanggar UU Karantina Ditangkap

Nasional polri Bandara Virus Korona bandara soetta covid-19 karantina pandemi covid-19 protokol kesehatan
Siti Yona Hukmana • 29 April 2021 15:17
Jakarta: Sebanyak dua warga India pengguna jasa mafia karantina di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, ditangkap. Keduanya sempat melarikan diri setelah polisi menangkap lima warga India.
 
"Tadi malam sudah ditemukan dua orang itu. Yang satu itu ada di rumah keluarganya. Satu lagi ternyata di Hotel Holiday Inn, baru masuk dia," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 29 April 2021.
 
Yusri tidak menyebut inisial kedua warga India itu. Dia hanya menerangkan tersangka yang ditangkap di Hotel Holiday Inn menyerahkan diri karena takut. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Lestari Moerdijat: Usut Tuntas Mafia Karantina di Bandara Soetta
 
Polisi, kata dia, tengah berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Hal ini diperlukan dalam pemeriksaan terhadap kedua warga negara asing (WNA) itu.
 
"Apakah nanti setelah dilakukan isolasi selama 14 hari baru boleh dilakukan pemeriksaan atau tidak karena keseluruhan ini kita masukkan ke Hotel Holiday Inn untuk dilakukan isolasi selama 14 hari," ungkap Yusri. 
 
Polres Bandara Soekarno-Hatta sebelumnya telah menetapkan lima warga India sebagai tersangka kasus karantina kesehatan. Mereka ialah SR, 35; CM, 40; KM, 36; PN, 47; dan SD, 35.
 
Sebanyak empat warga negara Indonesia (WNI) menjadi tersangka yang berperan sebagai calo karantina. Mereka, yakni ZR, AS, M, dan R.
 
Modus mafia karantina ini mendampingi pengguna jasanya sejak tiba di Indonesia. Mereka membantu mengisi formulir hingga keberangkatan menuju lokasi karantina.
 
Awalnya, mafia karantina mengisi data WNA di database Satgas Karantina hingga mereka siap diberangkatkan ke hotel lokasi karantina. Saat akan diberangkatkan dengan bus yang disiapkan Satgas Karantina, para mafia membawa kabur WNA itu dengan mobil atau taksi.
 
Para tersangka dijerat dengan Pasal 93 juncto Pasal 9 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan/atau Pasal 14 Ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Mereka terancam hukuman satu tahun penjara.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif