Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar. Foto: Fachri Audhia Hafiez/Medcom.id
Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar. Foto: Fachri Audhia Hafiez/Medcom.id

Sengketa Tanah di Cakung, Haris Azhar Ditantang Hadirkan Benny Simon

Nasional kasus tanah sengketa tanah
Siti Yona Hukmana • 18 November 2020 18:34
Jakarta: Korban mafia tanah, Abdul Halim, menantang aktivis hak asasi manusia (HAM) Haris Azhar menghadirkan Benny Simon Tabalujan ke publik. Benny kini berstatus buronan dalam perkara pemalsuan akta tanah seluas 5,2 hektare di Cakung, Jakarta Timur.
 
"Kalau memang (Haris Azhar) kuasa hukumnya, hadirkan dong Benny Simon Tabalujan," kata kuasa hukum Abdul Halim, Hendra, melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 18 November 2020.
 
Hendra mencurigai gerak-gerik Benny. Dia sering gonta-ganti kuasa hukum selama berperkara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hebat sekali Benny Tabalujan ini, siapa dia? Nongol saja enggak pernah tapi kuasa hukumnya bisa gonta-ganti," tutur Hendra.
 
Hendra meminta Haris Azhar berpikir dengan logika terkait kasus sengketa tanah ini. Dia menyebut kliennya hanya seorang kakek yang memiliki satu bidang tanah. Sedangkan, Benny mempunyai banyak tanah di sejumlah wilayah dan hampir semuanya berperkara.
 
"Ada yang dilaporkan di Polres Jakarta Timur, ada yang sedang dilaporkan di Bareskrim Mabes Polri, ada yang sedang digugat di PTUN, dan entah ada yang mana lagi, itu (milik) Benny Simon Tabalujan," beber Hendra.
 
Baca: Haris Azhar Sebut Sengketa Tanah di Cakung Rekayasa
 
Hendra meyakini polisi bertindak profesional dalam menangani kasus ini. Terlebih, kasus ini sudah bergulir di pengadilan. Tersangka lainnya dalam kasus ini, Paryoto, bahkan dituntut satu tahun enam bulan penjara oleh jaksa penuntut umum.
 
"Jika Paryoto bisa disidangkan tentu sudah melalui suatu proses penyidikan, kalau seperti itu berarti kan sudah memenuhi unsur adanya suatu tindak pidana atau suatu kejahatan. Kalau tidak, mana mungkin jaksa itu mau P21, pakai logika saja. Pakai bilang-bilang Paryoto katanya memberi keterangan di bawah tekanan, siapa pun juga bisa bilang seperti itu," tuturnya.
 
Kasus ini bermula dari persoalan sengketa tanah seluas 52.649 meter persegi di Kampung Baru RT09/08, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung Kota, Jakarta Timur. Konflik tanah ini terjadi antara pelapor Abdul Halim dan Benny Simon Tabalajun.
 
Polda Metro Jaya sudah menetapkan Benny, mantan juru ukur Badan Pertanahan Nasional (BPN) Paryoto, dan kolega Benny, Achmad Djufri, sebagai tersangka dalam kasus ini. Paryoto dan Djufri masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.
 
Sedangkan Benny belum pernah menampakkan diri selama proses penyidikan di Polda Metro Jaya. Teranyar, dia diketahui berada di Australia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif