Ketua KPK Firli Bahuri (tengah)/Medcom.id/Candra
Ketua KPK Firli Bahuri (tengah)/Medcom.id/Candra

Angin Prayitno Aji Tersangka Korupsi Perpajakan

Nasional KPK kasus korupsi Ditjen Pajak Penegakan Hukum Pemberantasan Korupsi
Candra Yuri Nuralam • 04 Mei 2021 17:54
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji sebagai tersangka. Dia diduga menerima puluhan miliar rupiah dalam kasus dugaan rasuah penerimaan hadiah atau janji terkait pemeriksaan perpajakan tahun 2016- 2017 pada Ditjen Pajak.
 
"Penetapan tersangka ini dilakukan setelah pengumpulan informasi dan data serta ditemukan bukti permulaan yang cukup," kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Mei 2021.
 
Angin ditetapkan sebagai tersangka bersama lima orang lainnya. Mereka ialah Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan pada Dirjen Pajak, Dadan Ramdani; dan dua konsultan pajak dari PT GMP, Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, KPK juga menetapkan kuasa wajib pajak dari PT BPI Veronika Lindawati dan kuasa pajak PT JB Agus Susetyo sebagai tersangka. Keenam tersangka diduga kongkalikong memanipulasi pajak untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
 
Baca: Eks Pejabat Ditjen Pajak Penuhi Panggilan KPK
 
Angin diduga menyalahgunakan kewenangannya bersama Dadan untuk mengakomodasi jumlah kewajiban pajak sesuai dengan keinginan. Keduanya diduga kongkalikong melakukan pemeriksaan pajak yang tidak sesuai aturan.
 
Angin diduga menerima uang Rp15 Miliar dari PT GMP dalam periode Januari sampai Februari 2018. Kemudian, Angin juga diduga terima duit SGD500 ribu dari kesepakatan Rp25 miliar dari PT BPI pada pertengahan 2018.
 
"Kurun waktu Juli sampai September 2018 sebesar total SDG3 juta diserahkan oleh Agus Susetyo sebagai perwakilan PT JB," ujar Firli.
 
Angin dan Dadan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara itu, Ryan, Aulia, Veronika dan Agus disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif