Pengadilan. Foto: MI/Susanto.
Pengadilan. Foto: MI/Susanto.

Hakim Mediasi Kivlan Zen dengan Wiranto

Nasional wiranto
Ilham Pratama Putra • 15 Agustus 2019 12:42
Jakarta: Hakim menyetujui mediasi antara mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) TNI Mayjen (Purn) Kivlan Zen dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. Hal ini terkait gugatan Kivlan soal pembentukan Pasukan Pengamanan Masyarakat (Pam) Swakarsa 1998.
 
"Menyetujui Peraturan Mahkamah Agung RI (Perma) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi selama 30 hari," kata hakim ketua Agustinus Antonius Simbolon di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Penggilingan, Cakung, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Agustinus langsung menunjuk mediator untuk perkara Kivlan dengan Wiranto. Hakim Nelson J Marbun dipercaya untuk menengahi perkara agar penggugat dan tergugat mencapai kata damai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau mediasi itu berhasil, kita akan melanjutkan persidangan dengan buat akta perdamaian. Kalau tidak tercapai perdamaian kita akan lakukan sidang pembacaan gugatan," lanjut Agustinus.
 
Usai sidang ditutup, kuasa hukum Kivlan, Tonin Tachta, serta pengacara Wiranto, Adi Warman, menuju ruang mediasi. Tonin menyambut langkah mediasi ini dengan baik.
 
"Ya ini berarti tinggal menunggu saja seperti apa mediasi yang diajukan dari tergugat. Berdamainya seperti apa," ujar Tonin usai sidang.
 
Dalam petitum gugatan, Kivlan menuntut Wiranto ganti rugi Rp1 triliun atas pembentukan Pam Swakarsa. Gugatan materiel senilai Rp16 miliar, yang terdiri dari Rp8 miliar karena Kivlan menanggung biaya Pam Swakarsa dengan menjual rumah, mobil, dan mencari pinjaman, serta Rp8 miliar lain sebagai penyewaan rumah.
 
Baca: Kivlan Ingin Kasus dengan Wiranto Selesai Lewat Mediasi
 
Sementara itu, gugatan imateriel terdiri dari tuntutan ganti rugi senilai Rp100 miliar atas rasa menanggung malu karena terlilit hutang. Sebanyak Rp100 miliar diajukan karena tidak mendapatkan jabatan yang dijanjikan. Ganti rugi mempertaruhkan nyawa demi Pam Swakarsa senilai Rp500 miliar.
 
Kivlan pun memperkarakan soal dirinya yang dipenjara sejak 30 Mei 2019 dengan nilai gugatan Rp100 miliar. Kivlan juga menggugat biaya senilai Rp 184 miliar karena sakit dan tekanan batin sejak November 1998 sampai sekarang.
 
Sementara itu, Pam Swakarsa menjadi sebutan kelompok sipil bersenjata tajam bentukan TNI untuk membendung aksi mahasiswa di 1998. Kelompok ini disiapkan mendukung sidang istimewa MPR 1998.
 
Pam Swakarsa kerap terlibat bentrokan dengan pengunjuk rasa yang menentang sidang istimewa MPR. Wiranto yang kala itu menjadi panglima ABRI ngotot mempertahankan Pam Swakarsa di tengah kecaman tokoh nasional.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif