Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Ari Dono Sukmanto - Medcom.id/Nur Azizah
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Ari Dono Sukmanto - Medcom.id/Nur Azizah

Kabareskrim Menegaskan Penghentian Kasus Rizieq Hal Biasa

Nasional penghinaan lambang negara
Ilham wibowo • 07 Mei 2018 16:48
Jakarta: Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Ari Dono Sukmanto menyebut penghentian kasus pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Polda Jawa Barat merupakan perkara biasa. Terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) merupakan kewenangan penyidik.
 
"Itu kan kasus biasa, ada (perkara) yang sekian tahun buktinya enggak dapat-dapat, tapi penyidik yang lebih tahu bahwa SP3 satu perkara itu ya normal saja," ujar Ari ditemui dalam kegiatan Rakernis Polri di Ancol, Jakarta Utara, Senin, 7 Mei 2018.
 
Ari memastikan seluruh proses penyidikan tiap perkara dilakukan secara profesional dan prosedural. Ia membantah ada unsur politik. Sebab, penerbitan SP3 itu telah dilakukan sejak Februari 2018 dan diinformasikan kepada kuasa hukum Rizieq.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca juga:Polda: Jika Ada Bukti Baru Kasus Rizieq Bisa Dilanjutkan)
 
"Karena mungkin saat ini tahun pesta demokrasi semua bisa jadi bahan untuk diolah-olah seperti itu. Saya rasa biasa saja kok itu prosesnya," ujar jenderal bintang tiga ini.
 
Dia menegaskan diterbitkannya SP3 untuk kepastian hukum terhadap kasus yang disangkakan kepada Rizieq Shihab di Polda Jabar. Dalam supremasi hukum, tidak boleh ada penggantungan kasus karena hingga saat ini belum ditemukan adanya bukti kuat terkait penodaan Pancasila itu.
 
Namun demikian, lanjut Ari, SP3 bukan akhir dari penyidikan sebuah perkara. Kasus tersebut bisa sewaktu-waktu dilanjutkan jika ditemukan adanya bukti baru yang menguatkan.
 
"Ada yang sudah berapa tahun enggak dapat lagi (alat bukti), sudah kita tutup, kemudian apabila bukti baru ada kita buka lagi (penyidikan)," tukas dia.
 
(Baca juga:Al Khaththath Klaim Penghentian Kasus Rizieq Buah Petemuan Dengan Presiden)
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif