Al Khaththath Klaim Penghentian Kasus Rizieq Buah Petemuan Dengan Presiden

Muhammad Al Hasan 05 Mei 2018 01:00 WIB
penghinaan lambang negara
Al Khaththath Klaim Penghentian Kasus Rizieq Buah Petemuan Dengan Presiden
Al Khaththath (kanan) saat keluar rutan Mapolda Metro Jaya. (Foto: MTVN/Deny Irwanto).
Jakarta: Kepolisian Daerah Jawa Barat mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) untuk kasus Rizieq Shihab.

Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al Khaththath mengklaim, penghentian kasus dugaan penghinaan lambang negara tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan pihaknya dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

"Alhamdulillah kita apresiasi Polri, kita apresiasi. Mudah-mudahan ini memberikan ketentraman kepada masyarakat Indonesia. Ya mudah-mudahan ini hasil dari pertemuan di Istana kemarin. Ini merupakan follow up nya," kata Al Khaththath di Polda Metro, Jumat, 4 Mei 2018.


Baca: Kasusnya Dihentikan Polda Jabar, Rizieq Shihab Belum Tentu Pulang

Al Khaththath berharap, dengan dihentikannya kasus Rizieq di Jawa Barat, bisa diikuti penghentian penyidikan kasus-kasus lain yang menjerat pimpinan Front Pembela Islam (FPI) tersebut.

"Kita berharap agar seluruh kasus dihentikan bukan, hanya sebagian kasus Habib Rizieq, tetapi seluruh kasus Habib Rizieq. Dan jua seluruh kasus yang lain ada ustad Bachtiar Nasir, ada Munarman, ada ustad Alfian Tanjung ya yang belum diputuskan ya. Kalau yang sudah diputus yaitu wewenang pengadilan," jelas Al Khaththath.

Sebelumnya, Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat pada Senin, 30 Januari 2017, atas dugaan menghina Pancasila dan mencemarkan nama baik Presiden Sukarno.

Rizieq disangkakan melanggar Pasal 154-A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Penistaan Simbol Negara dan Pasal 320 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik.

Kasus ini berawal dari laporan yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri ke Badan Reserse Kriminal Polri.

Sukma melaporkan Rizieq atas tuduhan telah menghina presiden pertama RI, Sukarno, dan menghina Pancasila. Tuduhan penghinaan tersebut berdasarkan video Rizieq saat ia berceramah di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, pada 2011.



(DEN)