Kasusnya Dihentikan Polda Jabar, Rizieq Shihab Belum Tentu Pulang

Muhammad Al Hasan 04 Mei 2018 19:48 WIB
penghinaan lambang negara
Kasusnya Dihentikan Polda Jabar, Rizieq Shihab Belum Tentu Pulang
Rizieq Shihab. Foto: Medcom.id/ Deny Irwanto.
Jakarta: Setelah kasusnya dihentikan oleh Polda Jawa Barat, Rizieq Shihab belum dipastikan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat. Rizieq masih betah berada di Arab Saudi.

"Beliau sangat menginginkan suasana Indonesia kondusif. Ulama dan aktivis 212 tidak dikriminalisasi dan kalau beliau ke sini tidak huru hara. Itu aja. Jadi kita gak bisa ngira ngira waktunya," kata Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al Khaththath di Polda Metro Jaya, Jumat, 4 Mei 2018.

Baca: Jokowi Mengakui Bertemu Persaudaraan Alumni 212


Al Khaththath menjelaskan, penerbitan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) pimpinan Front Pembela Islam (FPI) tersebut sudah tepat. Al Khaththath mengklaim, keputusan tersebut secara tidak langsung telah menghentikan kriminalisasi terhadap ulama.

"Kami para ulama 212 tim 11 ya yang hadir kemarin, saya salah satunya. Itu memang meminta kepada Presiden agar terwujud suasana yang kondusif bagi kehidupan bangsa Indonesia. Kriminalisasi terhadap para ulama dan seluruh aktivis 212 itu agar dihentikan. Saya termasuk salah satunya," jelas Al Khaththath.

Baca: Polisi Hentikan Kasus Rizieq Shihab

Sebelumnya Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Kombes Umar Surya Fana mengatakan, laporan dugaan penghinaan lambang negara yang ditujukan kepada Rizieq dinilai tak memenuhi unsur pidana. Akhirnya polisi menerbitkan SP3 pada Maret 2018.

Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat pada Senin, 30 Januari 2017, atas dugaan menghina Pancasila dan mencemarkan nama baik Presiden Soekarno.

Rizieq disangkakan melanggar Pasal 154-A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Penistaan Simbol Negara dan Pasal 320 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik.

Kasus ini berawal dari laporan yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri ke Badan Reserse Kriminal Polri. Sukma melaporkan Rizieq atas tuduhan telah menghina Presiden pertama RI Sukarno dan menghina Pancasila. Tuduhan penghinaan tersebut berdasarkan video Rizieq saat ia berceramah di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, pada 2011.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id