Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: MI/Irfan
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: MI/Irfan

Polri Buru Peretas Situs KPU

Nasional peretasan
Ilham wibowo • 03 Juli 2018 11:18
Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian masih melacak peretas situs Komisi Pemilihan Umum (KPU). Upaya dengan sengaja merusak situs lembaga negara merupakan tindakan pidana.
 
"Ada tim Siber Polri, Kominfo, dan BSSN untuk memperkuat firewall sekaligus melacak pelaku peretasan," ujar Tito di Rupatama Mabes Polri, Selasa, 3 Juli 2018.
 
Tim sudah bergerak untuk melakukan perburuan. Tito memastikan pemerasan yang dilakukan belum sampai pada data hasil hitung cepat di Pilkada Serentak 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang diretas itu lebih banyak tampilan bukan datanya," ungkap Tito.
 
Pihak KPU sendiri telah menonaktifkan situs hitung (situng) cepat Pilkada 2018 untuk meningkatkan pelayanan publik. Komisioner KPU Viryan mengungkapkan supaya nonaktif baru dilakukan pada 30 Juni 2018.
 
"Kami sedang melakukan penonaktifan pada fasilitas situng (karena) data banyak masuk, sejumlah provisi dan kabupaten kota sudah hampir 100 persen, banyak yang ingin lihat," kata Viryan.
 
Baca: Fadli Zon Sebut Keamanan Situs KPU Lemah
 
Viryan meminta masyarakat tak khawatir dan berpikir KPU tak transparan. Pihaknya sangat ingin meningkatkan pelayanan ke publik. Dia juga berjanji situs akan kembali bisa diakses secepatnya.
 
Sebelumnya situs infopemilu.go.id tidak bisa diakses. Dalam situs terdapat informasi: Untuk meningkatkan pelayanan terhadap informasi tentang pemilihan, sementara waktu layanan ini tidak kami aktifkan.
 
Dalam situs, masyarakat bisa memantau hitung cepat KPU di 171 wilayah yang melaksanakan Pilkada Serentak 2018. Data itu didapat dari lembaran kode C1.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif