Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Jaringan Penyuplai Sabu ke Andi Arief Diburu

Siti Yona Hukmana • 05 Maret 2019 13:26
Jakarta: Badan Narkotika Nasional (BNN) belum mengetahui jaringan narkoba mana yang digunakan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief untuk mendapatkan sabu. BNN tengah menyelidiki hal itu. 
 
Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan jaringan narkoba di Indonesia luas. Jika tidak bisa menggagalkan atau menangkap, segala jenis narkoba baik heroin, kokain, maupun sabu berpotensi beredar di masyarakat atau kalangan politisi.
 
"Apakah ini sampai ke yang bersangkutan (Andi Arief) tentu akan dilihat setelah diurai penyidik di lapangan," kata Arman di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa, 5 Maret 2019.

Arman meyakini penyidik yang menangani perkara ini bakal bekerja dengan profesional. Saat ini, kata dia, penyidik BNN masih menyelidiki pengedar barang haram yang digunakan Andi Arief tersebut.
 
"Tentu itu salah satu tugas penyelidik untuk mengurai sumber barang-barang hingga sampai ke yang bersangkutan," pungkas dia.
 
Andi Arief ditangkap di Hotel Peninsula, Jakarta Barat pada Minggu, 3 Maret 2019 pukul 18.30 WIB. Ia diduga diamankan bersama seorang perempuan. 
 
Polisi menjelaskan penangkapan Andi bermula dari informasi masyarakat yang menyebut ada penyalahgunaan narkoba di salah satu kamar hotel. Saat digerebek, polisi mengamankan Andi Arief.
 
Dari tempat kejadian perkara (TKP) polisi menemukan sejumlah barang bukti (BB). BB ini meliputi bong atau alat hisap sabu dan korek. Setelah dites urine, Andi Arief positif menggunakan sabu. 
 
Baca: Andi Arief Jalani Asesmen Medis di BNN
 
Status hukum Andi Arief dalam penyalahgunaan narkoba akan ditentukan polisi tiga hari ke depan. Andi masih berstatus pengguna sehingga dimungkinkan menjalankan rehabilitasi.
 
Saat ini, anak buah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono itu tengah diasesmen di Direkotrat Tindak Pidana Narkoba BNN. Ia diperiksa selama enam hari. 
 
Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon, memastikan elektabilitas jagoannya tidak akan tergerus kasus Andi Arief. Dia menilai kasus ini tak ada sangkut pautnya dengan politik.
 
Wakil Ketua Umum Gerindra ini juga melihat elektabilitas Partai Demokrat tidak akan menurun hanya karena adanya kader yang terlibat narkoba. Perbuatan tindak pidana tersebut murni masalah pribadi Andi, terlebih tidak ada elite politik Demokrat lain yang ikut ditangkap.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>