Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

KPK Eksekusi Azis Syamsuddin ke Lapas Tangerang

Candra Yuri Nuralam • 08 Maret 2022 22:06
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjalankan perintah eksekusi terhadap terpidana sekaligus mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Dia dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas I Tangerang.
 
"Untuk menjalani pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan dikurangi selama masa penahanan yang sudah dijalani ketika proses penyidikan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Selasa, 8 Maret 2022.
 
Azis dieksekusi oleh Jaksa Eksekutor pada KPK Hendra Apriansyah pada 7 Maret 2022. Eksekusi ini mengacu pada putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor : 89 /Pid.Sus-TPK/2021/PN Jkt. Pst tanggal 17 Februari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kasus Pengaturan Skor Bola, Polda Jatim Langsung Tahan Bambang Suryo
 
KPK juga memiliki kewajiban membayar uang denda Rp250 juta dari kasus suap penanganan perkara. Uang itu sudah dibayarkan.
 
"Terpidana M Azis Syamsudin telah lunas melakukan pembayaran melalui rekening bank penampungan KPK," ujar Ali.
 
Uang itu segera disetorkan KPK ke negara sebagia pengembalian kerugian dari tindak pidana korupsi. Lembaga Antikorupsi juga bakal memastikan Azis menjalankan pidana pencabutan hak tidak dipilih dalam jabatan publik.
 
"Pencabutan hak untuk dipilih dalam pemilihan jabatan publik selama empat tahun terhitung sejak selesai menjalani pidana pokoknya," tutur Ali.
 
Baca: KPK Sita Uang Rp36,56 M dan Puluhan Ribu Dolar Milik Wawan
 
Azis Syamsuddin divonis tiga tahun dan enam bulan penjara. Dia dianggap terbukti menerima suap penanganan perkara yang bergulir di KPK.
 
"Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Februari 2022.
 
Azis juga dikenakan denda pidana sebesar Rp250 juta. Bila tak mampu membayar maka diganti dengan kurungan penjara selama empat bulan.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif