Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

KPK Rampungkan Penyidikan Kasus Suap Garuda

Nasional emirsyah satar tersangka
M Sholahadhin Azhar • 05 Desember 2019 02:01
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan penyidikan kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat di PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Penyidik juga menuntaskan penyidikan tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil pengembangan kasus suap pengadaan mesin pesawat.
 
"Hari ini penyidik menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Penuntut Umum (Tahap 2) atas nama dua orang tersangka, yaitu ESA (Emirsyah Satar) dan SS (Soetikno Soedarjo)," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Kasus TPPU itu menjerat mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA) sekaligus Beneficial Owner Connaught International Pte.ltd Soetikno Soedarjo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan demikian, Jaksa Penuntut Umum KPK punya waktu maksimal 14 hari menyusun surat dakwaan. Nantinya, surat dakwaan terhadap Emirsyah dan Soetikno itu akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta.
 
"Persidangan rencana akan dilakukan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat," kata Febri.
 
Perampungan ini dilakukan KPK tepat di hari terakhir perpanjangan masa tahanan Emirsyah. Besok, KPK harus membebaskan demi hukum Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo yang ditahan sejak 7 Agustus 2019.
 
KPK menetapkan eks Dirut PT Garuda Emirsyah Satar bersama Soetikno dan mantan Direktur Teknik dan Pengelola Armada Garuda Indonesia, Hadinoto Soedigno. Ketiganya diduga menerima sejumlah uang dari Rolls-Royce atas pengadaan pesawat tahun anggaran 2008-2013.
 
Emirsyah dan Soetikno menerima suap dalam bentuk uang transfer dan aset yang nilainya mencapai lebih dari USD4 juta atau setara dengan Rp52 miliar dari perusahaan asal Inggris itu. Suap diberikan melalui Soetikno dalam kapasitasnya sebagai pengendali utama atau beneficial owner Connaught International Pte Ltd.
 
Suap terjadi selama Emirsyah menjabat sebagai direktur utama PT Garuda Indonesia pada 2005 hingga 2014. Dia juga disinyalir menerima suap terkait pembelian pesawat dari Airbus.
 
Dari hasil pengembangan, Emirsyah dan Soetikno kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus pencucian uang. Emirsyah diduga membeli rumah di Pondok Indah senilai Rp5,79 miliar.
 
Dia juga diduga mengirimkan uang ke rekening perusahaannya di Singapura sebanyak USD680 ribu atau setara Rp9,57 miliar dan EUR1,02 juta setara Rp15,78 miliar. Fulus itu salah satunya untuk melunasi apartemennya di Singapura seharga SGD1,2 juta (Rp12,26 miliar). Uang itu diduga dari hasil suap pengadaan pesawat di perusahaan pelat merah tersebut.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif