Ketua Umum Jokowi Mania Immanuel Ebenezer. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Ketua Umum Jokowi Mania Immanuel Ebenezer. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jokowi Mania Diperiksa Sebagai Pelapor Pengancam Presiden

Nasional kasus makar
Siti Yona Hukmana • 16 Mei 2019 17:06
Jakarta: Ketua Umum Jokowi Mania Immanuel Ebenezer diperiksa sebagai pelapor oleh penyidik Subdit Keamanan Negara (Subditkamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Hal itu terkait kasus pengancaman terhadap Presiden Joko Widodo oleh tersangka Hermawan Susanto (HS).
 
"Saya datang untuk pemeriksaan lanjutan dan pelengkapan berkas karena laporan kita ada beberapa yang blur. Perempuan (perekam video) kita sebut asal Sukabumi ternyata bukan, yang Palembang juga bukan. Akhirnya yang benar di Bekasi Mbak Ina itu," kata Immanuel di Polda Metro Jaya, Kamis, 16 Mei 2019.
 
Immanuel datang untuk melengkapi berkas-berkas. Selain itu, ia juga mengajukan empat orang saksi untuk diperiksa. Saksi itu merupakan relawan Jokowi Mania.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengajuan saksi ini, kata Immanuel, penting dilakukan sebab ada penambahan pasal untuk HS. Saat ini sudah ada dua tersangka, yakni Hermawan dan Ina Yuniarti (IY) perekam dan penyebar video pengancam presiden.
 
"Jadi kita juga berharap ke depan ini ada satu lagi tersangka, tersangka lagi yang memakai topeng itu. Kita berharap kepolisian segera menangkapnya," ungkap Immanuel.
 
Video ancaman dari Hermawan yang direkam Ina viral di media sosial Twitter. Ancaman dilontarkan Hermawan saat mengikuti demo di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Jumat, 10 Mei 2019.
 
Dalam video tersebut, Ina tampak memegang ponsel dengan mode video blog (vlog) dan mengarahkan kameranya ke Hermawan. Ina terlihat mengenakan kerudung berwarna biru dan kacamata hitam.
 
Dalam video itu, Hermawan berteriak mengancam Jokowi. Dia mengaku siap menghabisi Kepala Negara. “Siap penggal kepalanya Jokowi. Insyaallah Allahu Akbar. Siap penggal kepalanya Jokowi. Jokowi siap lehernya kita penggal dari Poso, demi Allah,” ancam Hermawan.
 
Polisi menangkap Hermawan di Parung, Bogor pada Minggu, 12 Mei 2019. Dia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada Selasa, 14 Mei 2019, selama 20 hari ke depan. Dia terancam pasal berlapis.
 
Baca: Fahri Hamzah: Makar Pakai Senjata Bukan Mulut
 
Polisi mengenakan Pasal 104 KUHP tentang Tindak Pidana Kejahatan terhadap Keamanan Negara dan Pasal 27 ayat 4 juncto Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dia terancam pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun.
 
Polisi lalu menangkap Ina di Grand Residence City, Cluster Prapanca 2, Blok BB 11 Nomor 21, RT 02/RW 02, Bekasi, Jawa Barat, sekitar pukul 11.00 WIB, Rabu, 15 Mei 2019. Ina juga telah ditetapkan sebagai tersangka.
 
Pada hari yang sama, Rabu, 15 Mei 2019, polisi juga menangkap Rosiana di Gang Waru Nomor 42, RT 05 RW 04, Kramatjati, Jakarta Timur. Namun, status Rosiana yakni sebagai saksi.
 
"Langkah-langkah polisi sudah cukup luar biasalah. Begitu cepat dan sigap, karena kita lihat ini bahaya, bahaya untuk demokrasi, bahaya untuk kemanusiaan," pungkas Immanuel.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif