Juru Kampanye Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno, Lieus Sungkharisma, diborgol saat dibawa ke Polda Metro Jaya. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Juru Kampanye Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno, Lieus Sungkharisma, diborgol saat dibawa ke Polda Metro Jaya. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Lieus Sungkharisma Melunak

Nasional kasus makar
Siti Yona Hukmana • 21 Mei 2019 14:50
Jakarta: Tersangka dugaan ujaran kebencian dan makar Lieus Sungkharisma kini bersedia menjawab pertanyaan penyidik Sub Direktorat Keamanan Negara (Subditkamneg) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Sebelumnya, ia ogah meladeni polisi.
 
"Kemarin disampaikan bahwa tersangka Lieus teriak-teriak tidak akan berbicara ya dan enggak akan makan. Jadi, setelah melakukan pendekatan akhirnya mau bicara dan menjawab semua pertanyaan penyidik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa, 21 Mei 2019.
 
Juru kampanye nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu kini masih menjalani pemeriksaan intensif. Ia diperiksa sejak Senin, 20 Mei 2019, pukul 11.00 WIB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam pemeriksaan itu, yang bersangkutan dipertanyakan terkait ucapan hate speech (ujaran kebencian) ya dan makar. Unsur-unsur itu kita gali," ujar Argo.
 
Sebelumnya, Lieus mengaku akan menghadapi kasusnya. Namun, ia bersikeras tak akan menjawab pertanyaan penyidik.
 
"Pokoknya saya hadapi. Tapi, saya sudah bilang ke polisi, saya enggak akan jawab satu patah kata pun. Dia mau tulis apa pun (terserah). Mana ada takutnya kita, kita berjuang ini untuk kedaulatan rakyat," tukas Lieus di Polda Metro Jaya, Senin, 20 Mei 2019.
 
Lieus ditetapkan sebagai tersangka pada Minggu, 19 Mei 2019. Penetapan sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik menggelar perkara. Atas penetapan tersangka itu, penyidik menangkap Lieus.
 
Lieus diringkus di Apartemen Hayam Wuruk Lantai 6, Kamar 614, Jakarta Barat pada Senin, 20 Mei 2019, pukul 05.00 WIB. Lokasi itu kemudian digeledah. Dokumen, telepon genggam, dan CCTV diamankan polisi.
 
Penggeledahan dilanjutkan ke rumah Lieus di Jalan Keadilan Nomor 26, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat. Di rumahnya, polisi juga mengamankan sejumlah dokumen.
 
Setelah itu, Lieus digiring ke Polda Metro Jaya dengan tangan diborgol. Ia tiba di Polda Metro pukul 10.10 WIB.
 
Baca: Amien Diminta Penuhi Panggilan Polisi
 
Pada Senin malam, Sungkharisma ditahan. Penahanan dilakukan hingga 20 hari ke depan. Lieus dimasukkan ke Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti).
 
Sedianya kasus yang menjerat Lieus ini ditangani Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Namun, kasusnya dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.
 
Lieus dilaporkan oleh Eman Soleman asal Kuningan, Jawa Barat. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/0441/B/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019.
 
Lieus disangkakan melanggar Pasal 14 dan atau Pasal 1 serta Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87, dan atau Pasal 163 juncto Pasal 107 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Lieus terancam hukuman 15 tahun penjara hingga seumur hidup.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif