Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin. Medcom.id/Siti Yona
Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin. Medcom.id/Siti Yona

Kejaksaan Agung Telah Menerapkan Restorative Justice untuk 2.103 Perkara

Anggi Tondi Martaon • 23 November 2022 14:16
Jakarta: Kejaksaan Agung telah menerapkan keadilan restoratif atau restorative justice sejak 2020. Sebanyak 2.103 kasus dihentikan proses penuntutannya.
 
"Kejaksaan sudah menghentikan penuntutan sebanyak 2.103 perkara," kata Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 23 November 2022.
 
Sebanyak 230 perkara dihentikan pada 2020. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pada 2021 (penuntutan dihentikan) sebanyak 422 perkara," ungkap dia.
 
Penerapan restorative justice paling banyak dilakukan pada 2022. Jumlahnya mencapai 1.451 perkara.
 

Baca juga: 4 Tersangka Korupsi Waskita Beton Segera Diadili


 
Selain itu, Burhanuddin menyampaikan sejumlah program yang dibuat menyikapi penerapan restorative justice. Di antaranya, membuat rumah restorative justice dan balai rehabilitasi restorative justice.
 
"Kejaksaan telah membentuk rumah restorative justice sebanyak 1.536 dan 73 balai rehabilitasi restorative justice," ujar dia. 
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif