Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Medcom.id/Siti Yona
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Medcom.id/Siti Yona

Penjelasan Polri Soal Keberadaan Konsorsium 303 Berubah, Kok Bisa?

Siti Yona Hukmana • 29 September 2022 16:40
Jakarta: Mabes Polri meralat pernyataan soal keberadaan Konsorsium 303. Jaringan judi online yang diisukan melibatkan Ferdy Sambo dan petinggi Polri lainnya itu sebelumnya disebut tidak ada.
 
"Jangan bilang tidak ada dulu, tapi masih ditelurusi oleh tim khusus (timsus)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Kamis, 29 September 2022.
 
Dedi mengatakan Polri akan memberantas kasus judi yang merajalela di Tanah Air. Hal itu sesuai komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dedi menuturkan ada 198 kasus judi diungkap jajarannya pada 2021. Sebanyak 249 tersangka ditangkap.
 
Pada 2022, polisi mengungkap 612 kasus dengan total 760 tersangka ditangkap. Tersangka yang diringkus, termasuk bandar judi yang dikenakan tindak pidana pencucian uang (TPPU), dengan aset yang disita di Medan, Sumatra Utara, senilai Rp110 miliar.
 
"Ini terus dilakukan oleh timsus yang masih bekerja, hasilnya akan disampaikan. Serta apabila ada anggota yang terbukti bersalah akan ditindak tegas," ungkap Dedi.
 
Sebelumnya, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah menegaskan tidak ada konsorsium 303. Informasi ini didapat dari Bareskrim Polri.
 
"Untuk konsorsium sudah ditanyakan ke Bareskrim, sementara hasilnya tidak ada," kata Nurul saat dikonfirmasi, Kamis, 29 September 2022.
 

Baca: Ini Penjelasan Polri Soal Keberadaan Konsorsium 303


Namun, dia tidak membeberkan proses penyelidikan konsorsium 303 tersebut. Begitu pula ada berapa orang yang diperiksa untuk membuktikan konsorsium 303 itu tidak ada.
 
Informasi "Kaisar Sambo dan Konsorsium 303" muncul di media sosial Twitter beberapa waktu lalu. Tertulis dalam grafik, di kalangan bandar judi, Ferdy Sambo dikenal dengan sebutan "Kaisar Sambo".
 
"Setiap tahun Ferdy Sambo dan kroninya menerima setoran lebih dari Rp1, 3 triliun," demikian pernyataan dalam informasi yang beredar itu.
 
Sebelum informasi tersebut beredar, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD juga berbicara soal Ferdy Sambo. Menurut dia, tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J itu memiliki kelompok di Polri.
 
"Ada kelompok Sambo sendiri ini yang seperti menjadi kerajaan Polri sendiri di dalamnya. Seperti sub-Mabes yang sangat berkuasa," kata Mahfud dalam sebuah channel YouTube yang dikutip Kamis, 18 Agustus 2022.
 
Menyusul isu itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku telah memerintahkan jajaran Divisi Propam Polri untuk menyelidiki dugaan konsorsium tersebut. Dia tidak main-main dengan tindak pidana perjudian.
 
"Terkait beberapa pertanyaan khususnya terkait masalah chat-chat yang memunculkan apakah betul Kaisar Sambo dan gengnya terkait masalah konsorsium demikian juga chat yang lain, saat ini kami sedang melakukan pendalaman, jadi propam yang saya minta lakukan pendalaman," kata Listyo dalam dapat dengan Komisi III di Komplek Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Agustus 2022.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif