Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

4 Mantan Anak Buah Ferdy Sambo Menjalani Pembinaan Mental, Ini Daftarnya

Antara • 24 September 2022 15:01
Jakarta: Sebanyak empat orang mantan anggota Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri diwajibkan menjalani pembinaan mental kepribadian, kewajiban, keagamaan, dan pengetahuan profesi selama satu bulan. Mereka terbukti melanggar etik terkait penanganan kasus Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
 
"Karena terbukti melakukan pelanggaran, pelanggaran dilakukan sebagian besar pelanggaran etika," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, Sabtu, 24 September 2022.

Berikut ini empat eks anggota Divpropam Polri yang menjalani pembinaan mental:

  1. Briptu Sigid Mukti Hanggono, mantan Banit Den A Ropaminal Divpopam, 
  2. Iptu Januar Arifin, mantan Pamin Den A Ropaminal DivPropam,
  3. AKP Idham Fadilah, mantan Panit II Unit III Den A Ropaminal Divpropram
  4. Iptu Hardista Pramana Tampubolon, mantan Panit I Unit 1 Den A Ropaminal Divpropam.
Selain dijatuhi kewajiban mengikuti pembinaan mental, mantan bawahan Ferdy Sambo itu dijatuhi sanksi mutasi bersifat demosi selama satu tahun, kecuali Iptu Januar Arifin dikenai sanksi demosi dua tahun. Keempatnya telah dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri sejak 22 Agustus 2022.
 

Baca: Melanggar Etik Kasus Brigadir J, Iptu Hardista Didemosi 1 Tahun


Pembinaan mental ini akan dilaksanakan oleh Div Propam Polri. Putusan Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) juga menjatuhkan sanksi etika berupa perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela.
 
"Pelanggar etika itu dalam rangka untuk memulihkan Catur Prasetya dan Tribrata itu ada sekolahnya lagi, untuk memperbaiki karakternya dia, etikanya dia, dan juga mengarah ke tingkat profesinya dia," kata Dedi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terpisah, anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menjelaskan pembinaan mental bagi pelanggar sanksi etika tertuang dalam Pasal 95 ayat 1 Peraturan Polri (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.
 
Kemudian, dalam Pasal 108 ayat 2 dijelaskan, sanksi etik dan kewajiban mengikuti pembinaan mental dilaksanakan terhadap pelanggar yang melakukan pelanggaran etik kategori ringan.
 
Menurut Poengky, pembinaan mental dilakukan karena para pelanggar tersebut sebelumnya di bawah tekanan. Sehingga terpaksa tunduk pada perintah Ferdy Sambo (mantan Kadiv Propam) atau atasan-atasan lainnya untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan standar operasional prosedur (SOP) dan hukum.
 
"Sehingga yang bersangkutan perlu dikuatkan lagi (mental, kepribadian, kejiwaan dan pengetahuan profesi) untuk dapat bertugas lagi dengan baik sebagai anggota kepolisian di masa yang akan datang," kata Poengky.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif