Sidang vonis pembobol BNI Maria Pauline Lumowa/Medcom.id/Candra
Sidang vonis pembobol BNI Maria Pauline Lumowa/Medcom.id/Candra

Pembobol BNI Maria Pauline Divonis 18 Tahun Penjara

Candra Yuri Nuralam • 24 Mei 2021 20:36
Jakarta: Terdakwa kasus pembobolan kas Bank Negara Indonesia (BNI) 46 cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif, Maria Pauline Lumowa divonis 18 tahun penjara. Hukuman itu lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa, yakni 20 tahun penjara.
 
"Menjatuhkan hukuman pidana dengan pidana penjara selama 18 tahun dan denda Rp800 juta," kata Hakim Ketua Saifudin Zuhri di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 24 Mei 2021.
 
Denda itu wajib dibayar sebulan setelah putusan diterima Maria. Jika tidak, hukuman penjaranya akan ditambah selama empat bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hakim juga menjatuhkan hukuman pidana pengganti sebesar Rp185,82 miliar. Jaksa diperbolehkan merampas harta benda Maria jika uang pengganti itu tidak dibayar dalam waktu sebulan setelah putusan diterima.
 
"Atau diganti penjara tujuh tahun," ujar Saifudin.
 
Baca: Pembobol BNI Maria Pauline Dituntut 20 Tahun Penjara
 
Hakim menilai Maria terbukti merugikan negara Rp1,21 triliun. Duit itu digunakan untuk memperkaya diri sendiri bersama dengan Komisaris PT Sumber Sarana Bintan Jaya Adrian Herling Waworuntu. Adrian telah divonis sebelumnya.
 
Maria terbukti mengajukan L/C ke BNI 46 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada periode 2002 sampai 2003. Dia menggunakan 10 perusahaan agar L/C itu dicairkan BNI.
 
Total 80 L/C didapat Maria dan rekan-rekannya dalam kurun waktu 2002 sampai 2003. Hingga saat ini, belum ada satu pun L/C yang dibayar oleh Maria. Total utang Maria, yakni US$82,87 juta dan €54,07 juta atau setara Rp1,21 triliun.
 
Hukuman pidana Maria lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa meminta hakim untuk menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan penjara untuk Maria.
 
Maria dan jaksa pilih pikir-pikir usai vonis dibacakan. Hakim memberikan waktu tujuh hari untuk Maria berpikir. Jika tidak memberikan jawaban vonis itu akan berkekuatan hukum tetap.
 
Maria Lumowa dinyatakan melanggar Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 
Dia juga melanggar Pasal 3 ayat 1 huruf a UU Nomor 15 Tahun 2002 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU sebagaimana diubah dengan UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.
 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif