SIdang terdakwa Maria Pauline Lumowa. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
SIdang terdakwa Maria Pauline Lumowa. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Pembobol BNI Maria Pauline Dituntut 20 Tahun Penjara

Candra Yuri Nuralam • 10 Mei 2021 18:30
Jakarta: Terdakwa kasus pembobolan kas Bank Negara Indonesia (BNI) 46 cabang Kebayoran Baru melalui Letter of Credit (L/C) fiktif, Maria Pauline Lumowa, dituntut 20 tahun penjara. Hukuman itu dinilai pantas untuk tindakannya.
 
"Menuntut menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 20 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," kata jaksa penuntut umum Sumidi saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 10 Mei 2021.
 
Jaksa juga meminta hakim menjatuhkan hukuman denda Rp1 miliar. Hukuman bakal ditambah selama enam bulan penjara bila uang denda tidak dibayarkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jaksa juga meminta hakim menjatuhkan uang pengganti pada Maria sebesar Rp185,87 miliar. Uang wajib dibayarkan dalam waktu sebulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Harta Maria bakal dirampas untuk dilelang bila uang pengganti tidak dibayar.
 
"Dalam hal terpidana tak punya harta maka diganti pidana 10 tahun," ujar Sumidi.
 
(Baca: Pembobol BNI Maria Pauline Didakwa Rugikan Negara Rp1,21 Triliun)
 
Sebelumnya, Maria didakwa merugikan negara Rp1,21 triliun. Proses hukum ini akhirnya dijalani Maria setelah buron selama 17 tahun.
 
Maria juga didakwa memperkaya diri sendiri bersama dengan Komisaris PT Sumber Sarana Bintan Jaya Adrian Herling Waworuntu divonis. Adrian telah divonis hukuman penjara seumur hidup atas kasus ini.
 
Dalam dakwaan, Maria disebut mengajukan L/C ke BNI 46 di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada periode 2002 sampai 2003. Dia menggunakan nama 10 perusahaan agar L/C itu diterima BNI.
 
Total 80 L/C didapat Maria dan rekan-rekannya dalam kurun waktu 2002 sampai 2003. Hingga saat ini belum ada satu pun L/C yang dibayar oleh Maria. Total hutang Maria, yakni US$82,87 juta dan €54,07 juta atau Rp1,21 triliun.
 
Maria didakwa melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif