Bimanesh Enggan Disebut Bersekongkol dengan Fredrich
Terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus proyek pengadaan KTP elektronik, Bimanesh Sutarjo, menjawab pertanyaan majelis hakim ketika menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (7/6). MI/ MOHAMAD IRFAN.
Jakarta: Dokter Bimanesh Sutarjo menuding advokat Fredrich Yunadi dengan sengaja menghambat penyidikan atas mantan kliennya, Setya Novanto. Ia membantah jika dirinya disebut terlibat aktif dalam skenario Fredrich melarikan Novanto dari kejaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bimanesh yang juga menjadi terdakwa dalam perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik itu mengatakan, Fredrich bahkan telah terbukti merintangi penyidikan Novanto. Menurutnya, ia membantu Fredrich lantaran mengingat kondisi kesehatan Novanto yang saat itu memang tengah memburuk.

"Fredrich Yunadi menghalangi penyidikan, beda dengan saya yang melakukan tugas mengobati dan merawat hipertensi yang diderita Setya Novanto," kata Bimanesh saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Juli 2018.


Baca: Fredrich Tuding Bimanesh Sutarjo Sudah 'Dibeli' KPK

Menurut Bimanesh, dirinya tidak mempunyai persamaan niat untuk dapat dikatakan bekerjasama dengan Fredrich. Hal ini, lanjut Bimanesh, diakui juga oleh Fredrich, baik dalam persidangannya maupun di persidangan Fredrich sendiri.

Selain itu, dari keterangan Fredrich di persidangan, sejak awal advokat itu tidak sekalipun memberinya imbalan kepada dirinya. Menurut Bimanesh, hal itu membuktikan jika ia tak memiliki motif membantu Fredrich menghalangi penyidikan Novanto.

"Hal ini membuktikan saya tidak mempunyai motif apapun selain menolong orang yang sakit," tegas Bimanesh.

Baca: Bimanesh Merasa Diperdaya Fredrich

Bimanesh sebelumnya dituntut enam tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan. Ia dinilai bersalah dalam perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el) dengan tersangka Setya Novanto.

Jaksa KPK meyakini Bimanesh bekerja sama dengan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi‎. Ia dinilai telah merekayasa rekam medis milik mantan Ketua DPR RI tersebut.

Bimanesh dituntut melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id