Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

'Dosa' Angin Prayitno Dilucuti Hingga ke Dugaan Pencucian Uang

Nasional KPK Kasus Suap kasus korupsi korupsi pajak Ditjen Pajak Penegakan Hukum Pemberantasan Korupsi
Candra Yuri Nuralam • 05 Mei 2021 06:59
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengusut semua dosa mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Angin Prayitno Aji. Kasus rasuah yang menjeratnya bakal diusut sampai ke dugaan pencucian uang.
 
"Apakah kita berenti di sini? Tentu tidak karena tindak pidana korupsi harus buktikan suap dan bagian korupsinya sekaligus kita lihat apakah tindak pidana lain, yaitu tindak pidana pencucian uang (TPPU)," kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Mei 2021.
 
Menurut dia, Lembaga Antirasuah segera memeriksa Angin usai ditahan. KPK juga bakal memanggil saksi lain untuk membongkar rasuah tersebut. Selain itu, Lembaga Antikorupsi akan menghitung ulang duit haram yang sudah diterima maupun yang dibelanjakan Angin. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Bank Panin Indonesia Diduga Suap Angin Prayitno Aji Rp5,4 Miliar
 
"Ini bukan panggung terakhir, pertunjukannya belum tuntas. Ini baru awal daripada apa yang sudah ditemukan oleh penyidik," ungkap Firli.
 
Angin menjadi tersangka bersama dengan lima orang lainnya. Mereka di antaranya Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan DJP Dadan Ramdani; serta dua konsultan pajak PT GMP, Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi.
 
Kuasa wajib pajak PT BPI Veronika Lindawati dan kuasa pajak PT JB Agus Susetyo turut menjadi tersangka. Keenamnya diduga kongkalikong memanipulasi pajak demi keuntungan pribadi.
 
Angin dan Dadan diduga menyalahgunakan kewenangan dengan mengakomodasi perubahan jumlah kewajiban pajak sesuai keinginan penyuap. Keduanya bersekongkol memeriksa pajak tidak sesuai aturan.
 
Angin diduga menerima Rp15 Miliar dari PT GMP selama Januari sampai Februari 2018. Dia juga diduga terima SGD500 ribu dari kesepakatan Rp25 miliar dari PT BPI di pertengahan 2018. Selain itu, Angin diduga disogok SGD3 juta dari PT JB pada Juli sampai September 2018.
 
Dia dan Dadan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Ryan, Aulia, Veronika, dan Agus disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun di 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif