Juru Bicara MA Hakim Agung Andi Samsan Nganro. (Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez)
Juru Bicara MA Hakim Agung Andi Samsan Nganro. (Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez)

Mahkamah Agung Selektif atas Peninjauan Kembali Koruptor

Nasional Mahkamah Agung RI
Fachri Audhia Hafiez • 15 Maret 2019 13:07
Jakarta: Mahkamah Agung (MA) mengaku telah menerima puluhan permohonan peninjauan kembali (PK) sejumlah terpidana korupsi. Hingga kini MA masih mempelajari permohonan yang telah masuk.
 
"(PK) tetap diterima. Jadi (sejak) 2018 itu memang ada beberapa, ada puluhan (permohonan) yang masuk sekarang ini," kata Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro kepada Medcom.id di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat, 15 Maret 2019.
 
Andi tak memerinci siapa saja terpidana korupsi yang mengajukan PK. Namun, beberapa nama di antaranya ia kenal. Salah satunya PK yang diajukan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sudah sebagian yang diputuskan. Seperti permohonan mantan Menteri Kesehatan (Siti Fadilah Supari) sudah ditolak PK-nya. Beberapa perkara lain yang ada datanya sama saya itu baru mantan Menteri Kesehatan itu dan Ketua DPD (Irman Gusman)," ucap Andi.
 
Baca juga: Koruptor Ramai Ajukan PK Usai Artidjo Alkotsar Pensiun
 
Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta MA menolak semua PK yang diajukan para koruptor. Meski diatur undang-undang, PK dinilai menjadi celah para koruptor untuk lepas dari jerat hukum.
 
ICW mencatat ada 24 koruptor yang mengajukan PK kepada Mahkamah Agung sepanjang 2018. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga dinilai harus mengawasi seluruh proses, tidak hanya menangkap dan menahan.
 
"Kami meminta KPK mengawasi jalannya persidangan serta hakim yang memeriksa peninjauan kembali terpidana korupsi," kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhan, di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu 13 Maret 2019.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi