Anggota Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno, Eggi Sudjana. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Anggota Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno, Eggi Sudjana. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Eggi Sudjana Bersyukur Atas Status Tersangka

Nasional kasus makar
Kautsar Widya Prabowo • 13 Mei 2019 18:45
Jakarta: Anggota Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno, Eggi Sudjana, akhirnya memenuhi panggilan polisi untuk pemeriksaan perdana sebagi tersangka. Eggi ditetapkan tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum lantaran dianggap melakukan makar kepada Presiden Joko Widodo.
 
"Kalau saya malah terima kasih kepada tersangka ini, karena ini jadi peluang untuk membuktikan bahwa kejujuran dan keadilan bisa tampak," ujar Eggi di Polda Metro Jaya,Jakarta Selatan, Senin, 13 Mei, 2019.
 
Namun, ia meminta kepada kepolisian untuk objektif dalam pemeriksaannya sebagai tersangka. Pasalnya, dia masih heran dengan penetapan statusnya barunya itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan mengingkari jargon yang anda buat sendiri (Slogan Promotor), kita sudah diperiksa 13 jam (sebelum tersangka). Oleh karena itu klarifikasi apa lagi yang diminta," tegas politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
 
Kuasa hukum Eggi Sudjana, Abdullah Alkatiri, mengatakan kliennya tidak akan pernah menghindar dari panggilan kepolisian. Dia menganggap panggilan polisi adalah suatu kewajiban untuk memenuhinya.
 
"Eggy bukan pengecut oleh karena itu hadir (pemeriksaan tersangka) akan hadapi semuanya," pungkas dia.
 
Eggi Sudjana tiba di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada pukul 16.36 WIB dengan didampingi oleh beberapa kuasa hukumnya. Eggi yang mengenakan baju muslim putih dan peci hitam membawa dua Alquran berwarna merah.
 
Sebelumnya, Eggi sempat dikabarkan tidak memenuhi panggilan kepolisian atas status tersangkanya.Alasannya, Eggi sedang mengajukan gugatan praperadilan untuk menguji keabsahan atas penetapan tersangka yang diberikan penyidik Polda Metro Jaya.
 
"(Eggi) masih di Jakarta, kita sepakat supaya beliau enggak usah hadir. Kalau hadir berarti buat apa praperadilan yang disampaikan itu," kata kuasa hukum Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 13 Mei 2019.
 
Eggi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik telah melakukan gelar perkara atas kasus tersebut, Selasa, 7 Mei 2019, dan menemukan alat bukti yang cukup untuk menjeratnya.
 
Baca: Gerakan #2019GantiPresiden Mengarah ke Makar
 
Penyidik juga sudah memeriksa enam saksi dan empat ahli. Keterangan tersebut kemudian dicocokkan dengan barang bukti dan dokumen yang telah disita.
 
Relawan Joko Widodo-Ma'ruf Amin Center (Pro Jomac) melaporkan Eggi ke Bareskrim Polri terkait ucapannya soal people power. Laporan tersebut bernomor: LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019.
 
Eggi diduga melakukan tindak kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat. Dia dianggap menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau yang tidak lengkap.
 
Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif